BULUNGAN, mandaupost.com – Perubahan cuaca yang tidak menentu, terkadang panas menyengat dan tiba-tiba hujan deras pada musim pancaroba turut melanda di Kabupaten Bulungan di awal tahun 2026. Dalam masa peralihan musim ini menjadi pemicu utama melemahnya daya tahan tubuh bagi masyarakat Bulungan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulungan, Imam Sujono mengatakan bahwa kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mengalami lonjakan pada musim pancaroba. Dirinya menyebutkan ISPA masuk dalam 10 besar penyakit di Kabupaten Bulungan.
“Musim pancaroba di Bulungan, ISPA menjadi lebih cepat penularannya, dan termasuk penyakit 10 besar,” katanya kepada Mandau Post, Senin (13/4).
Berdasarkan laporan Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bulungan, kasus ISPA pada triwulan I di Bulungan mencapai 8420 kasus. Pada Januari terdapat 3718 kasus, Februari sejumlah 2650 kasus, dan Maret sebanyak 2052 kasus ISPA.
Imam menjelaskan bahwa penyakit ISPA dapat diderita oleh semua kalangan, termasuk orang lanjut usia, orang dewasa, ibu hamil dan menyusui, serta anak-anak. Adapun gejala yang muncul bagi penderita ISPA yaitu demam tinggi, sakit tenggorokan, batuk, pilek, dan lemas.
“Semua orang bisa terserang penyakit ini, apalagi untuk anak-anak sekolah, penularan paling cepat ada di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Dari tingginya kasus ISPA ini, Dinkes Bulungan mengimbau kepada masyarakat Bulungan untuk dapat menjaga kesehatan, menjaga kebersihan, istirahat yang cukup, dan menggunakan masker saat sakit.
“Diupayakan untuk pakai masker, karena ISPA ini kan menular lewat udara, terus dari percikan pas batuk, bersin, dan berbicara. Imbauan terutama untuk anak-anak sekolah, kalau sedang sakit guru sebaiknya mengizinkan siswa untuk istirahat di rumah, kalau sudah sakit parah bisa berobat ke puskesmas dan rumah sakit,” ungkap Imam.(cda)





