Berita Populer

Berita Terbaru

OLAHRAGA

BANDUNG, MP – Persib Bandung memberikan klarifikasi terkait sanksi Registration Ban dari FIFA. Manajemen klub menegaskan bahwa hukuman larangan pendaftaran pemain baru tersebut berkaitan dengan kasus lama pada 2022.

Kasus tersebut berkaitan dengan laporan mantan pelatih kepala Persib, Robert Rene Alberts. Manajemen klub mengaku baru mengetahui keputusan FIFA tersebut dalam perkembangan terakhir.

Pihak klub dikabarkan tengah melakukan kajian dan penelaahan hukum secara menyeluruh untuk memahami dasar keputusan serta langkah penyelesaian yang harus ditempuh sesuai mekanisme organisasi yang berlaku.

Pernyataan Resmi Persib

Persib menegaskan bahwa setiap regulasi dan keputusan regulator harus dihormati serta ditindaklanjuti secara bertanggung jawab. Manajemen pun menjadikan penyelesaian perkara tersebut sebagai prioritas.

“Yang perlu kami tegaskan adalah bahwa ini merupakan kasus lama yang terjadi pada 2022. Setelah mengetahui adanya keputusan FIFA tersebut, kami langsung melakukan kajian secara menyeluruh untuk memahami posisi kasus,” bunyi pernyataan resmi klub, Senin (10/8/2026).

Manajemen PERSIB juga memastikan komitmennya untuk segera menyelesaikan kewajiban yang berkaitan dengan kasus tersebut demi menjaga stabilitas klub, baik di kancah nasional maupun internasional.

“Kami tentu tidak akan tinggal diam. Setiap keputusan dan kewajiban yang harus kami tindaklanjuti akan menjadi perhatian serius. Kami akan mengambil langkah untuk menyelesaikannya melalui mekanisme yang berlaku,” lanjut pernyataan tersebut.

Bobotoh Diminta Tetap Tenang

Terkait persiapan teknis menyambut musim kompetisi 2026/2027, manajemen PERSIB memastikan agenda utama tim tidak terganggu oleh sanksi Registration Ban dari FIFA.

Seluruh pemain baru yang direkrut Persib telah diproses administrasi pendaftarannya kepada operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Manajemen meminta para Bobotoh untuk tetap tenang dan menyikapi perkembangan tersebut secara bijak. Pihak klub memastikan persiapan menghadapi musim baru tetap berjalan sesuai rencana.

“Kami meminta Bobotoh untuk tetap tenang. Persiapan tim untuk musim 2026/2027 tetap berjalan. Seluruh pemain baru telah kami proses untuk kebutuhan registrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelas pihak klub.(**)

JAKARTA, MP – Pelari perempuan Indonesia berkesempatan ambil bagian di Nagoya Women’s Marathon 2027. Ini merupakan ajang khusus perempuan yang terbesar di dunia.

Nagoya Women’s Marathon 2027 akan digelar di Nagoya, Aichi, Jepang, pada Minggu, 14 Maret 2027. Pendaftaran bagi peserta internasional resmi dibuka mulai Selasa, 11 Agustus 2026.

Nagoya Women’s Marathon dikenal sebagai maraton khusus perempuan terbesar di dunia dan telah memperoleh sertifikasi Guinness World Records. Ajang ini juga menyandang status World Athletics Platinum Label, level tertinggi dalam klasifikasi lomba lari jalan raya World Athletics.

Pada edisi 2027, kapasitas peserta ditambah sebanyak 2.000 pelari menjadi 22.000 peserta. Sebanyak 3.500 kuota diberikan untuk pelari internasional.

Perlombaan ini terbuka bagi perempuan dari berbagai usia dan tingkat kemampuan, mulai dari mereka yang baru pertama kali mengikuti maraton hingga pelari berpengalaman yang mengejar personal best.

Seluruh peserta akan menempuh jarak 42,195 kilometer dengan titik start dan finis di Vantelin Dome Nagoya. Karakter lintasan yang relatif datar serta batas waktu tujuh jam menjadi salah satu alasan perlombaan ini ramah bagi pelari dengan beragam level kemampuan.

Periode Early Entry berlangsung pada 11-24 Agustus 2026 dengan biaya pendaftaran sebesar JPY 24.000 (sekitar Rp 2,6 juta), sedangkan Regular Entry dibuka pada 25 Agustus-23 September 2026 dengan biaya JPY 25.000 (Rp 2,8 juta). Kuota menggunakan sistem first come, first served dan biaya pemrosesan tambahan akan diberlakukan.

Kaum pria juga bisa berpartisipasi di event ini karena penyelenggara juga menggelar Nagoya City Marathon 2027 pada hari yang sama. Dua kategori yang tersedia adalah Half Marathon serta Nagoya RUN sejauh 8,5 kilometer.

Untuk Nagoya City Marathon, biaya pendaftaran internasional ditetapkan sebesar JPY 17.000 (Rp 1,9 juta) untuk Half Marathon dan JPY 13.000 (Rp 1,4 juta) untuk Nagoya RUN 8,5 km.

Salah satu ciri khas Nagoya Women’s Marathon adalah hadiah eksklusif untuk setiap finisher. Pelari yang berhasil mencapai garis finis akan menerima tumbler kristal Baccarat yang dibuat khusus untuk ajang tersebut. Baccarat merupakan rumah kristal mewah asal Prancis dengan sejarah lebih dari 260 tahun. Desain tersebut akan diperkenalkan pada Marathon EXPO yang berlangsung sehari sebelum perlombaan.

Tak hanya mengedepankan kompetisi, penyelenggara juga menempatkan kenyamanan dan keamanan pelari sebagai prioritas. Dukungan medis, ketersediaan toilet dalam jumlah banyak, ruang ganti yang luas hingga penggunaan stadion beratap sebagai area start dan finis menjadi bagian dari fasilitas yang disiapkan bagi peserta.

Dengan konsep tersebut, Nagoya Women’s Marathon ingin mempertahankan identitasnya sebagai the world’s greatest stage for women to shine, sebuah panggung bagi perempuan untuk merayakan kemampuan dan pencapaian mereka melalui olahraga.(**)

JAKARTA, MP – Tim CdM bakal memaksimalkan puluhan ribu warga negara Indonesia di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Dukungan ini penting bagi atlet-atlet yang akan berlaga di pesta olahraga empat tahunan tersebut.

Demikian disampaikan Wakil CdM Asian Games Harry Warganegara saat meninjau pemusatan latihan nasional soft tenis di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026).

Menurut Harry, keberadaan masyarakat Indonesia di Nagoya menjadi potensi dukungan tersendiri. Diperkirakan terdapat sekitar 28.000 warga Indonesia di wilayah tersebut.

“Kami sudah berkomunikasi dengan masyarakat Indonesia di Nagoya dan nantinya akan melibatkan mereka sebagai relawan untuk membantu kontingen, misalnya dalam arrival-departure, transportasi, maupun kebutuhan lainnya,” katanya.

Untuk mendukung kontingen selama berada di Jepang, Indonesia juga akan memiliki Rumah Indonesia di Nagoya sebagai pusat aktivitas Komite Olimpiade Indonesia (KOI), tim CdM, atlet, ofisial, hingga masyarakat Indonesia yang ingin memberikan dukungan.

Tim CdM bahkan menyiapkan makanan khas Indonesia yang akan dipesan dari katering lokal. Namun, Harry mengingatkan bahwa aturan membawa makanan ke Jepang cukup ketat, terutama makanan yang mengandung daging atau produk olahan tertentu.

“Kalau sebelum bertanding mungkin tidak boleh. Tetapi setelah selesai bertanding, sebelum kembali ke Indonesia, kami berharap atlet dan ofisial bisa mampir ke Rumah Indonesia untuk menikmati makanan khas Indonesia yang dibuat oleh orang-orang Indonesia di Nagoya,” tuturnya.

“Sedangkan soal hal-hal teknis, khususnya seperti yang ada di soft tenis ini, kami serahkan kepada cabang olahraga, pengurus, dan pelatih. Tugas kami lebih kepada memastikan kebutuhan nonteknis atlet dan ofisial dapat terpenuhi dengan baik,” jelas Harry.

Sehubungan itu, tim CdM bersama Komite Olimpiade Indonesia (KOI) telah mengunjungi sekitar 20 hingga 21 cabang olahraga guna memantau kesiapan masing-masing kontingen.

Dari kunjungan tersebut, ditemukan kebutuhan yang berbeda di setiap cabang olahraga, mulai dari penyesuaian jadwal keberangkatan hingga kebutuhan perlengkapan dan venue pertandingan.

“Untuk keberangkatan dan kebutuhan utama kontingen, pemerintah sudah menyiapkannya. Tinggal memastikan semuanya terdistribusi dengan baik. Informasi dari Pak CdM dan Kemenpora, paling lambat dalam minggu-minggu ini semuanya sudah terdistribusi,” ujarnya.
Selain itu, koordinasi teknis dengan cabang olahraga juga terus dilakukan, termasuk menyangkut sport entry, pencocokan data atlet dengan paspor, seragam hingga kebutuhan keberangkatan. Indonesia menurunkan 432 atlet dari 35 cabang olahraga di Asian Games 2026.(**)

BOGOR, MP – Pegokar belia Morgan Holindo Sonmoahi tampil mencengangkan di putaran kelima Eshark Rok Cup Indonesia 2026. Ini jadi jalan dia menuju Italia.

Tampil pada kelas MiniRok Eshark Rok Cup Indonesia Round 5, Minggu (9/8/2026), di Sirkuit Internasional Karting Sentul, Bogor, Jawa Barat, Morgan membuat penonton berdecak kagum dengan aksinya.

Pebalap Dewa United Motorsport itu bermain apik dan konsisten sejak rangkaian balapan sebelumnya. Dari hasil yang dihimpun, Morgan sudah finis pertama sejak Pre Final Minggu pagi. Sebelumnya, ia juga mencatatkan hasil impresif pada sesi-sesi Heat.

Salah satu rival terkuatnya, Michael Vino Satrio, justru harus menerima sanksi pada Heat dan Pre Final. Kondisi tersebut membuat persaingan menuju Final semakin menarik.

Tapi, saat Final dimulai, Morgan membuktikan dirinya memang layak menjadi raja di kelas MiniRok. Ia melaju tenang dan mampu mengundang support lebih dari penonton.

Saat lampu start padam, Morgan langsung melesat dan mengambil posisi terdepan. Tak ingin mengulangi persaingan sebelumnya, Michael Vino langsung memberikan tekanan sejak lap-lap awal. Tekanan demi tekanan datang dari belakang. Tapi, Morgan kali ini tampil sangat rapi dan kalem.

Setiap tikungan dilewati dengan presisi, sementara celah sekecil apa pun yang bisa dimanfaatkan Michael untuk melakukan serangan berhasil ditutup rapat. Michael terus membuntuti sepanjang balapan.

Tapi Morgan mampu menjaga ritme dan konsentrasi hingga lap terakhir. Hingga akhirnya, kibaran bendera finis menjadi penanda kesempurnaan penampilan Morgan.

Morgan finis pertama sekaligus mengunci kemenangan Final A MiniRok Eshark Rok Cup Indonesia Round 5. Penampilan ini menjadi bukti kalau Morgan bukan hanya cepat, tapi juga punya kemampuan menjaga tekanan dan mengontrol balapan ketika berada di posisi terdepan.

“Memang inti dari menang balapan itu adalah tenang dan fokus. Itulah yang saya usahakan lakukan hingga bisa meraih hasil ini,” tutur Morgan yang punya target tampil di Kejuaraan Dunia Karting di Italia itu.

Masih tersisa satu putaran lagi alias putaran pamungkas September nanti. Apakah Morgan, pelajar kelas 6 Tzu Chi School ini bisa menang lagi dan tampil di Kejuaraan Dunia Italia? Kita tunggu saja.(**)

JAKARTA, MP – Fasilitas olahraga di Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro (GMSB), Kuningan, Jakarta, kini semakin lengkap. Tersedia lapangan pickleball hingga voli.

Sebelumnya, Soemantri Brodjonegoro, lebih identik dengan lapangan sepakbola yang terletak di jantung Jakarta. Lapangan ini bahkan pernah digunakan klub-klub Indonesia sebagai venue kandang di era Liga Indonesia.

Pengelola kawasan kemudian mengembangkan area ini dengan membangun fasilitas olahraga lain. Bertempat di lokasi strategis, fasilitas ini bisa diakses dengan mudah untuk siapapun yang ingin menggunakan fasilitas olahraga seperti bulutangkis, voli, hingga pickleball.

“Di tengah kesibukan Jakarta yang tidak pernah berhenti bergerak, kita sering kali sibuk mengejar target, pekerjaan, dan berbagai aktivitas. Namun di balik semua itu, ada satu hal yang tidak boleh kita abaikan, yaitu kesehatan,” kata Kata Presiden Direktur PT Bakrieland Development Tbk, Resza Adikresna, Minggu (9/8/2026).

“Karena ketika tubuh kita sehat, kita bisa bekerja lebih baik, berkarya lebih maksimal, dan menikmati hidup dengan lebih bermakna. Berangkat dari semangat itulah Athlon hadir,” ujarnya menambahkan.

GMSB sekaligus menjadi fasilitas olahraga cabang kelima Athlon setelah lebih dulu hadir di Bogor, Sentul, Sidoarjo, dan Sawangan (Depok). Belum lama ini, Athlon Sawangan juga diperkenalkan sebagai kawasan olahraga dengan sejumlah fasilitas terbaru.

Wakil Ketua Umum Indonesia Pickleball Federation (IPF), Harlin E Rahardjo, memberikan apresiasi atas dibukanya Athlon GMSB Kuningan. Kehadiran lapangan pickleball diharapkan mampu meningkatkan animo masyarakat dalam menggeluti olahraga ini.

“Pertama-tama saya sangat mengapresiasi dari tim Bakrieland dan eh Bakrie Pesona Rasuna atas dibukanya GMSB Kuningan ini. Yang jelas ini Insyaallah akan bermanfaat ya bagi masyarakat,” tutur Harlin.

“Kami penggemar pickleball nih, karena memang dengan dibukanya Athlon ini, di awal ada tiga lapangan, itu menambah gairah dari teman-teman untuk memperluas pickleball ini supaya lebih dikenal oleh masyarakat, begitu,” ucapnya.(**)

SIDAMANIK, MP – DMO Garage Pertamax Turbo Fin+ tampil gigih di Asia Pacific Rally Championship (APRC) dan Kejurnas Rally di Sumatera Utara. Sempat insiden, mereka bisa bangkit.

Setelah menghadapi insiden berat pada Leg 1, Sabtu (8/8/2026), pasangan Aldio Oekon dan Respati Adhi atau yang akrab disapa Adhi KZ, berhasil bangkit pada Leg 2. Keduanya meraih hasil yang positif.

Mengandalkan Hyundai i20 N Rally2, Aldio Oekon dan Adhi KZ mengalami insiden mobil terbalik pada Leg 1. Kejadian itu bikin mobil mengalami sejumlah kerusakan, termasuk kaca depan sampai pecah.

Berkat kerja keras kru dan mekanik DMO Garage Pertamax Turbo Fin+, mobil bisa diperbaiki dan ditancap gas lagi di Leg 2. Aldio jadi menghadapi tantangan tersendiri untuk menyelesaikan perlombaan.

Siapa sangka, perjuangannya membuahkan hasil. Aldio, yang sempat terpuruk usai menempati posisi ke-14, bisa bangkit dan menyelesaikan kompetisi dengan sangat baik, yakni menempati peringkat keempat

Secara penuh, ia sukses menyelesaikan seluruh rangkaian perlombaan dengan total waktu 2 jam 31 menit 27,3 detik. Bagi Aldio, keberhasilan menyelesaikan perlombaan setelah mengalami insiden pada hari sebelumnya menjadi bukti penting timnya punya kualitas dan mental baja di lintasan.

“Setelah kejadian di Leg 1, fokus kami sebenarnya sederhana: bagaimana mobil bisa kembali siap dan kami bisa kembali ke lintasan. Kondisinya tentu tidak ideal, apalagi kami sempat mengalami mobil terbalik dan kaca depan pecah. Tapi seluruh tim bekerja sangat keras untuk memperbaiki mobil. Di Leg 2, kami berusaha melupakan apa yang terjadi sebelumnya, fokus dari satu special stage ke special stage berikutnya, dan yang paling penting adalah membawa mobil sampai finis,” ujar Aldio.

Sementara pasangan Donny M dan Pramurahardjo, yang memacu Subaru WRX STi, juga menghadapi tantangan tersendiri. Di Leg 1, keduanya mengalami kendala kelistrikan pada mobil, yang juga bisa ditangani dengan cepat.

Meski begitu, keberuntungan belum berpihak kepada Donny dan Pramurahardjo. Keduanya kembali mengalami kerusakan, kali ini pada bagian gearbox, yang bikin perjuangannya harus terhenti.

DMO Garage Pertamax Turbo Fin+ di Sumatera Utara membuktikan bisa menghadapi karakter balap reli yang penuh tantangan dan tidak bisa diprediksi. Hasil yang diraih Aldio Oekon dan Respati Adhi jelas menjadi modal penting dan memberi pengalaman berharga dari sisi teknis maupun nonteknis.

“Bisa bangkit dan finis di posisi keempat tentu menjadi hasil yang sangat kami syukuri. Ini menunjukkan bahwa kami tidak menyerah meskipun sempat mengalami situasi yang sulit,” pungkas Aldio.

Selain berhasil menyelesaikan APRC dan Kejurnas Rally di peringkat keempat, Aldio juga berhasil menempati peringkat ketiga di Kategori RC2.

Atas keberhasilan tersebut, DMO Garage Pertamax Turbo Fin+ berkomitmen untuk terus memberikan performa terbaik di setiap ajang yang diikuti, sekaligus menjadikan setiap perlombaan sebagai bagian dari proses pengembangan kemampuan pembalap, navigator, mekanik, dan seluruh kru tim. (**)

JAKARTA, MP – Timnas Basket 5×5 Putra Indonesia mendapat kesempatan tampil di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang. Meski masuk sebagai tim pengganti, skuad Merah Putih langsung memasang target untuk lolos dari fase pool.

Indonesia tergabung di Pool A bersama tuan rumah Jepang, Korea Selatan, dan Arab Saudi. Persaingan tersebut jelas tidak mudah, mengingat ketiga calon lawan Indonesia memiliki peringkat FIBA lebih tinggi.

Kepastian Indonesia tampil di Asian Games 2026 diumumkan panitia pelaksana pada Jumat malam, 7 Agustus 2026. Nama Indonesia kemudian tercantum dalam pembagian pool dan jadwal pertandingan cabang olahraga bola basket 5×5 putra.

Keputusan tersebut sekaligus menjadi kabar baru bagi Badan Tim Nasional (BTN) DPP Perbasi. Indonesia mendapat slot setelah salah satu negara yang sebelumnya berada dalam antrean mengundurkan diri.

Indonesia Masuk Asian Games 2026 sebagai Tim Pengganti

Managing Director BTN DPP Perbasi, Jeremy Imanuel Santoso, mengatakan pihaknya baru mendapat informasi mengenai peluang tampil di Asian Games sekitar 1,5 hingga dua bulan sebelum ajang digelar.

Menurut Jeremy, regulasi awal menggunakan FIBA Asia Ranking dengan cut-off Desember 2025. Australia dan Selandia Baru tidak diperhitungkan karena berada di zona Oseania, sehingga cakupan peserta otomatis masuk hingga peringkat tertentu.

Indonesia awalnya tidak termasuk dalam daftar utama. Namun, mundurnya salah satu negara membuat Indonesia menjadi tim berikutnya dalam antrean.

“Ini kabar baru bagi kami di BTN. Sekitar 1,5 bulan lalu kita dihubungi FIBA Asia dan juga LOC Asian Games bahwa ada satu tim mundur,” ujar Jeremy dalam keterangan resmi Perbasi, Senin (10/8/2026).

Indonesia kemudian bergerak cepat menyelesaikan berbagai kebutuhan administrasi dan persiapan bersama tim Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia.

“Kita hanya diinfokan Indonesia masuk antrean berikutnya untuk menjadi partisipan di Asian Games,” lanjutnya.

BTN Ingin Bawa Pemain Terbaik

Meski persiapannya relatif singkat, Perbasi tidak ingin sekadar menjadi pelengkap di Asian Games 2026.

BTN berencana memanggil pemain-pemain terbaik, termasuk mereka yang sedang berkarier di kompetisi profesional luar negeri.

“Kita pastinya ingin siapkan tim terbaik dengan pemain terbaik. Maka dari itu di BTN berusaha secara keras untuk memastikan partisipasi dari beberapa pemain kita yang main di liga profesional luar Indonesia,” kata Jeremy.

Langkah tersebut menjadi penting karena Indonesia harus menghadapi lawan-lawan dengan pengalaman dan kualitas yang lebih tinggi di level Asia.

Target Realistis: Lolos dari Pool

Jeremy menyadari Indonesia menghadapi tantangan berat di Pool A karena Indonesia berada di posisi ke-94 berdasarkan ranking FIBA terbaru per 13 Juli 2026. Sementara itu, Jepang menempati peringkat ke-22, Korea Selatan ke-57, dan Arab Saudi ke-65.

Dengan gap peringkat tersebut, Indonesia menjadi tim dengan posisi terendah di pool. Namun, kondisi itu tidak membuat Perbasi memasang target rendah.

“Kita harapkan semua bisa join. Lalu kita ingin targetkan lolos Pool walaupun kita juga tahu di Pool ini kita rangking paling rendah dan lawan tim besar seperti Jepang, Korea Selatan, dan Arab Saudi,” ujar Jeremy.

Cabor bola basket 5×5 putra Asian Games 2026 dijadwalkan berlangsung pada 10-20 September 2026. Indonesia akan mengawali perjuangan dengan menghadapi Jepang pada 10 September, kemudian melawan Korea Selatan pada 11 September, dan menghadapi Arab Saudi pada 13 September.

Pra-Kualifikasi FIBA Asia Cup Jadi Pemanasan

Menariknya, Timnas Basket Indonesia sudah memiliki agenda internasional sebelum Asian Games 2026, yakni Pra-Kualifikasi FIBA Asia Cup 2029. Agenda tersebut membuat Perbasi tidak memulai persiapan dari nol.

“Timnas sendiri sedang mempersiapkan skuad untuk Pra-Kualifikasi FIBA Asia Cup 2029 yang akan main pada tanggal 28, 30, dan 31 Agustus mendatang melawan Singapura, Hong Kong, dan Malaysia,” ujar Jeremy.

Setelah itu, BTN akan melakukan pemanggilan tambahan untuk membentuk skuad yang diproyeksikan tampil di Asian Games 2026.

Dengan demikian, agenda Pra-Kualifikasi FIBA Asia Cup 2029 sekaligus dapat menjadi momentum untuk melihat kesiapan pemain sebelum menghadapi persaingan yang lebih berat di Jepang.

Indonesia Tampil Lengkap di Bola Basket Asian Games 2026

Keikutsertaan tim 5×5 putra membuat tim cabor bola basket Indonesia di Asian Games 2026 semakin lengkap. Sebab, Timnas Basket 5×5 Putri juga telah dipersiapkan sejak awal Mei 2026 dan akan tampil di Pool A bersama Tiongkok dan Thailand.

Selain nomor 5×5, Indonesia juga mengirimkan timnas basket  3×3 putra dan putri yang para pemainnya wajib berusia di bawah 23 tahun. Timnas Basket 3×3 Putra tergabung di Pool C bersama Qatar, Taiwan, dan Bahrain, sedangkan tim putri ada di Pool D bersama Singapura, Thailand, dan Korea Selatan.

Perbasi Matangkan Persiapan Timnas 3×3

Persiapan menuju Asian Games 2026 juga dilakukan secara serius untuk tim 3×3. Tim 3×3 Putra Indonesia telah mengikuti sejumlah turnamen, termasuk FIBA 3×3 Challenger Batam Stop 2026.

Saat ini, mereka menjalani latihan di GBK Arena yang dipimpin oleh Coach Nico Donnda Fitzgerald. Sebelum bertolak ke Jepang, tim 3×3 Putra dijadwalkan tampil di Challenger Kaohsiung Stop pada 5-6 September mendatang.

Sementara itu, Timnas Basket 3×3 Putri asuhan Coach Deny Sartika juga telah mengikuti sejumlah seri internasional, mulai dari Manila, Xiantao, Batam, hingga Tokyo Stop. Kemudian, mereka masih memiliki agenda Singapore Stop pada 13-14 Agustus 2026.

Sekjen DPP Perbasi Nirmala Dewi menegaskan seluruh tim akan dipersiapkan sebaik mungkin sebelum bertolak ke Jepang.

“DPP PERBASI memaksimalkan momentum ini dengan persiapkan tim sebaik mungkin. Saat ini, semuanya sedang melakukan persiapan dan pemain yang nantinya mewakili Indonesia di Asian Games adalah yang terbaik setelah melewati berbagai tahapan,” kata Nirmala.

“Mohon doa dan dukungan masyarakat Indonesia agar Timnas kita bisa mencatatkan hasil terbaik dan bawa bangga Indonesia,” lanjutnya.

Dengan tambahan slot di nomor 5×5 putra, Perbasi kini memiliki kesempatan menghadirkan kekuatan terbaik bola basket Indonesia di Asian Games 2026. Tantangannya berat, tetapi targetnya sudah jelas. Indonesia ingin lolos dari Pool A dan melangkah lebih jauh di Jepang.(**)

SILVERSTONE, MP – Alex Marquez menyesal betul setelah finis keempat di MotoGP Inggris 2026. Marquez yakin bisa podium, tapi kesempatan itu menguap karena kesalahannya sendiri.

Pebalap Gresini itu memulai dari grid ketujuh pada balapan di Sirkuit Silverstone, Minggu (9/8) malam WIB. Alex start dengan kencang lantas mampu memperbaiki posisinya lalu berduel dengan Marco Bezzecchi.

Sekitar pertengahan lomba, Alex Marquez menyalip Bezzecchi sehingga merebut posisi ketiga. Namun, tidak lama kemudian rider Spanyol itu justru melakukan kesalahan di Tikungan pertama yang membuat dia melorot ke peringkat lima dengan selisih lebih dari sedetik.

Alex Marquez butuh tujuh putaran untuk mengejar Bezzecchi lagi. Namun, Bezzecchi unjuk pertahanan yang bagus untuk mengamankan posisi ketiga di akhir lomba.

“Karena ketika Anda kehilangan sebuah podium karena sebuah kesalahan bodoh — karena menurutku itu cukup tidak bisa diterima, karena di momen itu, aku hanya kelewatan sedikit dari titik rem — ketika Anda punya potensi lebih besar dan Anda melihat finis podium itu realistis, maka ini menyakitkan,” kata dia di Crash.

“Kurasa kesempatan kami pada hari ini adalah posisi kedua. Namun, kesalahan di tikungan pertama ketika aku menyalip Marco, saat itu aku terlalu optimistis dan aku mengerem sedikit terlambat, aku mengerem dengan rem depan dan kemudian kehilangan kontak dengan bagian belakang motor.”

“Itu yang membuat kami kehilangan podium pada hari ini. Namun demikian, kurasa aku sudah melakukan balapan yang sangat solid, kami kencang sampai akhir, berusaha sampai akhir, itulah yang utama,” lugas Alex Marquez.(**)

JAKARTA, MP – Memasuki tahun keempat penyelenggaraannya, erafone Run 2026 untuk pertama kalinya hadir di Jawa Barat melalui erafone Run 2026 Bandung Series. Digelar di kawasan wisata Gunung Tangkuban Perahu, tepatnya di Terminal Bus Jayagiri, pada Minggu (9/8), kegiatan ini memadukan olahraga lari dengan hiburan musik dan gaya hidup sehat dalam konsep Fun Trail Run bertema #RunTheBeat.

Sejak pertama kali digelar pada 2023 di Daerah Istimewa Yogyakarta, erafone Run terus berkembang menjadi agenda olahraga tahunan. Setelah sukses digelar di Yogyakarta pada 2025, tahun ini erafone Run hadir di Bandung dan diikuti sekitar 2.000 peserta.

Head of Region Erajaya Digital, Ronald Suryadinata menyampaikan kehadiran erafone Run 2026 Bandung Series menjadi komitmen erafone dalam mendukung gaya hidup sehat. Ajang ini juga mendorong perkembangan olahraga di Tanah Air, sekaligus memberikan pengalaman rekreasi yang tak terlupakan bagi pelanggannya.

“Bagi kami, erafone Run bukan sekadar kompetisi olahraga, tetapi merupakan bagian dari komitmen erafone dalam mendorong gaya hidup sehat dan aktif sekaligus membangun semangat kebersamaan melalui olahraga. Kami sangat mengapresiasi antusiasme seluruh peserta yang telah menjadi bagian dari erafone Run 2026 Bandung Series dan berharap pengalaman berlari di Tangkuban Perahu ini dapat menjadi momen yang berkesan bagi mereka.” ujar Ronald dalam keterangannya, Senin (10/8/20260.

Berbeda dari ajang lari pada umumnya, erafone Run 2026 Bandung Series menawarkan rute yang memadukan road run dan trail run di kawasan Gunung Tangkuban Perahu. Peserta dapat memilih kategori Kategori 5K (Terbuka untuk Umum), Kategori 10K Open & Master (Terbuka untuk Umum & Master).

Adapun rute lintasan dibuat khusus untuk memberikan kepuasan bagi pesertanya. Para pelari tidak hanya memacu diri untuk mencetak catatan waktu terbaik (Personal Best), tetapi juga dimanjakan dengan suguhan alam yang memukau.

Sepanjang rute, peserta melewati jalur hutan yang rindang, menyusuri keindahan kawasan Lorong Lumut dan Kawah Domas, hingga menaklukkan tantangan tanjakan menuju titik Kawah Ratu, sebelum akhirnya kembali finis di area utama (Race Village).

Tahun ini, erafone Run 2026 mengusung tema #RunTheBeat yang menjadi identitas event ini merupakan perpanjangan dari suksesnya konser musik erasoundwave Bandung 2025. Karena itu, euforia erafone Run Bandung Series dirancang agar tidak hanya berhenti di lintasan lari.

Begitu mencapai garis finis, seluruh pelari diajak masuk ke dalam atmosfer festival yang meriah di Race Village. Dengan konsep one-stop entertainment, area ini menawarkan paket hiburan dan relaksasi yang lengkap.

Para pelari dapat saling berbaur melalui Aktivitas Interaktif & Community Engagement yang penuh dengan games menarik. Untuk memulihkan energi, tersedia eksplorasi Activation Booth dari mitra pendukung.

Keseruan erafone Run 2026 Bandung Series juga berlanjut dengan sesi undian berhadiah. Peserta berkesempatan membawa pulang berbagai hadiah, mulai dari televisi hingga aksesori, serta Grand Prize dari sejumlah sponsor seperti erafone & more, OPPO, Indodana PayLater, dan Samsung.

Acara kemudian ditutup dengan penampilan The Changcuters yang menambah semarak suasana dan melengkapi perpaduan olahraga, musik, serta gaya hidup sehat dalam erafone Run 2026 Bandung Series.

Melalui erafone Run 2026 Bandung Series, erafone membuktikan bahwa gaya hidup sehat dapat dijalankan dengan cara yang menyenangkan, selaras dengan alam, dan penuh dengan energi positif.(**)

BEKASI, MP – Indonesia Muay Thai Championship (IMC) 2026 telah berakhir, Minggu (9/8/2026). Jawa Barat menjadi daerah yang meraih perolehan medali terbanyak.

Ajang ini bergulir di GOR Abdu Rosyad, Kota Bekasi. Jawa Barat mengoleksi 41 medali emas, 49 perak, dan 48 perunggu atau total 138 medali, mengungguli Jawa Timur dengan 55 medali dan DKI Jakarta dengan 41 medali.

“Kita semua telah menyaksikan sebuah perubahan besar. Hasil dari Pelatihan Wasit dan Juri berstandar IFMA yang baru saja kita laksanakan, benar-benar diaplikasikan dalam Kejurnas ini,” kata Ketua Pengurus Besar Muay Thai Indonesia (PBMI), AA La Nyalla Mahmud Mattalitti.

IMC diikuti oleh 544 peserta. Para atlet terbaik dari IMC 2026 akan masuk dalam proses seleksi untuk menghadapi berbagai agenda internasional, termasuk SEA Games 2027 dan PON 2028. Untuk SEA Games 2027 di Malaysia, PBMI menargetkan sedikitnya dua medali emas bagi Indonesia.

“Semua final berjalan lancar. Pastinya ada cedera karena ini olahraga combat, tetapi semuanya dapat ditangani dengan baik oleh tim medis. Kejurnas ini menjadi ajang penyaringan bakat PBMI ke acara-acara internasional, khususnya tahun depan,” kata Sekretaris Jenderal PBMI Azwan Karim.

“Semua final berjalan lancar. Pastinya ada cedera karena ini olahraga combat, tetapi semuanya dapat ditangani dengan baik oleh tim medis. Kejurnas ini menjadi ajang penyaringan bakat PBMI ke acara-acara internasional, khususnya tahun depan,” kata Sekretaris Jenderal PBMI Azwan Karim.(**)

Scroll to Top