JAKARTA, MP – Tim CdM bakal memaksimalkan puluhan ribu warga negara Indonesia di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Dukungan ini penting bagi atlet-atlet yang akan berlaga di pesta olahraga empat tahunan tersebut.
Demikian disampaikan Wakil CdM Asian Games Harry Warganegara saat meninjau pemusatan latihan nasional soft tenis di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026).
Menurut Harry, keberadaan masyarakat Indonesia di Nagoya menjadi potensi dukungan tersendiri. Diperkirakan terdapat sekitar 28.000 warga Indonesia di wilayah tersebut.
“Kami sudah berkomunikasi dengan masyarakat Indonesia di Nagoya dan nantinya akan melibatkan mereka sebagai relawan untuk membantu kontingen, misalnya dalam arrival-departure, transportasi, maupun kebutuhan lainnya,” katanya.
Untuk mendukung kontingen selama berada di Jepang, Indonesia juga akan memiliki Rumah Indonesia di Nagoya sebagai pusat aktivitas Komite Olimpiade Indonesia (KOI), tim CdM, atlet, ofisial, hingga masyarakat Indonesia yang ingin memberikan dukungan.
Tim CdM bahkan menyiapkan makanan khas Indonesia yang akan dipesan dari katering lokal. Namun, Harry mengingatkan bahwa aturan membawa makanan ke Jepang cukup ketat, terutama makanan yang mengandung daging atau produk olahan tertentu.
“Kalau sebelum bertanding mungkin tidak boleh. Tetapi setelah selesai bertanding, sebelum kembali ke Indonesia, kami berharap atlet dan ofisial bisa mampir ke Rumah Indonesia untuk menikmati makanan khas Indonesia yang dibuat oleh orang-orang Indonesia di Nagoya,” tuturnya.
“Sedangkan soal hal-hal teknis, khususnya seperti yang ada di soft tenis ini, kami serahkan kepada cabang olahraga, pengurus, dan pelatih. Tugas kami lebih kepada memastikan kebutuhan nonteknis atlet dan ofisial dapat terpenuhi dengan baik,” jelas Harry.
Sehubungan itu, tim CdM bersama Komite Olimpiade Indonesia (KOI) telah mengunjungi sekitar 20 hingga 21 cabang olahraga guna memantau kesiapan masing-masing kontingen.
Dari kunjungan tersebut, ditemukan kebutuhan yang berbeda di setiap cabang olahraga, mulai dari penyesuaian jadwal keberangkatan hingga kebutuhan perlengkapan dan venue pertandingan.
“Untuk keberangkatan dan kebutuhan utama kontingen, pemerintah sudah menyiapkannya. Tinggal memastikan semuanya terdistribusi dengan baik. Informasi dari Pak CdM dan Kemenpora, paling lambat dalam minggu-minggu ini semuanya sudah terdistribusi,” ujarnya.
Selain itu, koordinasi teknis dengan cabang olahraga juga terus dilakukan, termasuk menyangkut sport entry, pencocokan data atlet dengan paspor, seragam hingga kebutuhan keberangkatan. Indonesia menurunkan 432 atlet dari 35 cabang olahraga di Asian Games 2026.(**)





