Berita Populer

Berita Terbaru

KALSEL

BANJARMASIN, MP – Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) menggelar operasi sikat pengungkapan kasus premanisme berhasil mengamankan 135 orang yang diduga terlibat dalam berbgai pelanggaran hukum dan premanisme.

Dari tangan tersangka, turun diamankan barang terlarang seperti senjata tajam 33 bilah, miras 106 botol, Obat terlarang 117 butir (100 Seledryl dan 17 Ekstasi), Sabu 68 paket, Airsoft gun 1 pucuk, Ranmor R4 2 unit, dan Ranmor R2 9 unit, STNK 2 lembar, BPKB, Alkohol, dan barang bukti lainnya.

Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, menjelaskan, selama ini tersangka aksi premanisme banyak berkeliaran di jalan dan di jalur kegiatan perekonomian maupun kegiatan masyarakat.

“Dari pengungkapan Operasi Sikat ini, kasus yang paling menonjol adalah kasus narkoba. Dimana Polda Kalsel sangat konsen dalam pemberantasan narkoba, selain itu yang menjadi atensi juga adalah Airsoft gun dan senjata tajam,” Ungkap Kapolda, Jumat 09/05.

Dalam kasus Airsoft gun, Polda Kalsel melalui Polresta Banjarmasin melakukan penangkapan kepada tersangka dimana yang bersangkutan melakukan pengancaman terhadap warga yang kemudian dilaporkan oleh korban ke kantor kepolisian terdekat.

Kapolda pun memberikan apresiasi kepada Direktorat Reskrimum dan Jajaran Reskrim yang telah melaksanakan kegiatan ini selama 9 hari. Serta kepada masyarakat dan rekan-rekan wartawan yang memberikan dukungan dan supportnya sehingga Operasi Sikat berjalan dengan lancar.

“Polda Kalsel dan Jajaran akan terus konsen melaksanakan pemberantasan aksi premanisme, agar masyarakat di Kalimantan Selatan dapat melaksanakan aktivitas dengan aman dan nyaman,” tegas Kapolda Kalsel dalam keterangannya.

Kapolda mengimbau kepada masyarakat apabila melaksanakan aktivitas sehari-hari agar tidak menggunakan senjata tajam.(**)

BANJARMASIN, MP – Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) menorehkan sejarah baru dalam penyerapan dan penyimpanan stok beras. Hingga awal Mei 2025, stok untuk Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (PSU) tercatat mencapai 29.968 ton, tertinggi sepanjang sejarah operasional Bulog di wilayah Kalsel.

Pencapaian ini diumumkan langsung oleh Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kalsel, Muhammad Akbar Said, dalam konferensi pers di Banjarmasin Kamis (8/5/2025).

Ia menyebutkan bahwa angka tersebut merupakan hasil dari kerja keras yang konsisten di lapangan, bahkan di tengah dinamika tiga kali revisi target penyerapan tahun ini.

“Ini pertama kalinya kita menyentuh angka tersebut. Capaian ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Bulog Kalimantan Selatan,” tegas Akbar.

Apalagi target revisi ketiga Bulog Kalsel tahun ini ditetapkan sebesar 12.793 ton setara beras, yang terdiri atas 4.842 ton gabah dan 10.208 ton beras. Hingga awal Mei, realisasi telah mencapai 89 persen dengan rincian 2.353 ton gabah, 10.122 ton beras, atau setara 11.378 ton beras.

Masih tersisa sekitar 1.414 ton yang harus dikejar sebelum akhir Mei. Namun, Bulog optimistis target dapat tercapai dengan memaksimalkan potensi panen di wilayah Hulu Sungai Tengah, Kotabaru, dan pesisir Tanah Bumbu.

“Tim penjemput gabah kami tetap bekerja tanpa libur, terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, PPL, dan mitra lapangan. Di mana ada panen, di situ kami hadir,” kata Akbar.

Ia juga menegaskan bahwa Kalimantan Selatan bukan merupakan daerah sentra produksi beras, dan biasanya mengandalkan pasokan dari luar. Namun, tahun ini menjadi pengecualian.

“Ini pertama kita tidak menerima pasokan dari luar. Seluruh stok berasal dari hasil panen lokal. Ini capaian luar biasa bagi daerah,” ungkapnya.

Selain itu, Bulog juga memastikan harga beli Gabah Kering Panen (GKP) ditetapkan sebesar Rp 6.500 per kilogram, sesuai arahan Menteri Pertanian. Kebijakan ini dinilai menguntungkan petani dan mendorong peningkatan produksi lokal.

“Banyak petani menyampaikan rasa syukur karena baru kali ini mereka bisa menikmati harga yang membuat mereka tersenyum setiap hari,” tambah Akbar.

Bulog berkomitmen menjaga kualitas penyerapan dengan memberikan edukasi mengenai standar mutu GKP. Untuk gabah berkualitas rendah atau belum layak panen, pengolahan dilakukan melalui 12 mitra penggilingan (maklon), bekerja sama dengan 513 unit mitra penyerapan.

Lebih lanjut ia menerangkan, bahwa tingginya volume penyerapan membuat kapasitas gudang Bulog hampir penuh. Namun, semangat membantu petani tetap menjadi prioritas. Bulog menyewa gudang milik PT BGR (anak usaha ID FOOD) agar tak ada hasil panen yang terbuang.

Gudang-gudang strategis seperti Telaga Biru, Landasan Ulin, dan Natura 162 menjadi pusat distribusi utama. Sayangnya, dua unit gudang di Telaga Biru tidak dapat difungsikan akibat gangguan dari aktivitas pelabuhan terdekat.

“Rencana renovasi masih tertunda menunggu hasil koordinasi tukar guling dengan Pelindo,” pungkasnya.

BARITO KUALA, MP – Bentuk implementasi Program Asta Cita 2 yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto terkait swasembada pangan, dilakukan Polda Kalsel, dengan penebaran 170 ribu benih ikan air tawar jenis Nila di Sungai Barito, kawasan Jembatan Rumpiang, Desa Bagus, Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, Rabu (7/5).

 

Benih ikan Nila dilepas di tiga unit keramba milik kelompok pembudidaya ikan air tawar, dalam rangkaian Bakti Sosial Sambang Nusa Polairud Polda Kalsel bekerjasama dengan Hasnur Group.

 

Selain penebaran ikan, Polda Kalsel memberikan 200 paket sembako untuk warga pra sejahtera dan 100 peket bantuan anak stunting.

Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rusyanto Yudha Hermawan, didampingi Dirpolairud Polda Kalsel Kombes Pol Andi Adnan menyampaikan, penebaran benih ikan diharapkan dapat mendorong ketahanan pangan, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu selaras dengan kearifan lokal masyarakat bantaran Sungai Barito, sehingga ekonomi biru yang digagas Presiden Prabowo Subianto akan tercapai.

“Ini tentunya tidak lepas terkait tugas-tugas Polri, dimana apabila masyarakat kita sejahtera terpenuhi sandang, pangan, dan papannya. Tentunya angka kejahatan bisa kita tekan,” ujar Kapolda.

Adapun, paket bantuan yang diberikan berupa makanan bergizi untuk balita, guna penanganan stunting di Kalsel, khususnya Kabupaten Barito Kuala, lanjutnya. Penanganan stunting perlu kerjasama semua pihak. Oleh karena itu, Polda Kalsel bersama jajaran Bhayangkari turut serta dalam pengentasan stunting.

“Pada kegiatan ini kita juga bekerjasama dengan BKKBN, Bhayangkari daerah dan Bhayangkari cabang. Kita melaksanakan kegiatan pengentasan dan pencegahan stunting di lokasi ini,” imbuhnya.

Salah seorang warga, Sampurna berharap ada bantuan rutin agar meringankan kebutuhan sehari-hari dan gizi sang buah hati.

“Alhamdulillah sangat bersyukur. Mudahan kegiatan ini rutin dilaksanakan bisa membantu orang-orang miskin,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Barito Kuala, Herman Susilo mengapresiasi jajaran Polda Kalsel atas kegiatan Bakti Sosial Sambang Nusa Polairud Polda Kalsel.

Hermawan sependapat dengan Kapolda Kalsel, bahwa penanganan stunting merupakan tanggungjawab bersama, tidak ditangani pemerintah daerah saja.

“Apresiasi yang bagus sekali. Untuk ke depan, kita terus evaluasi agar bantuan berjalan dengan baik dan memberikan manfaat untuk warga Kabupaten Barito Kuala,” tutupnya. (hms/red)

BANJARMASIN, MP – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) berhasil mengungkap kasus tindak pidana dumping atau pembuangan limbah medis B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) ke media lingkungan. Kejadian tersebut terjadi di Desa Belayung Baru, Komplek Viland Mahantas, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Jumat (2/5).

Direktur Reskrimsus Polda Kalsel Kombes Pol M. Gafur Aditya H. Siregar, S.I.K. melalui Wadir Reskrimsus Polda Kalsel AKBP Riza Muttaqin, menjelaskan kasus ini terungkap  saat anggota Unit 3 Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Kalsel melakukan penyelidikan pembuangan limbah B3 / limbah medis yang terjadi di Komplek Viland Mahantas.

“Semua limbah medis B3 tersebut diletakkan oleh Sdr. F alias A yang merupakan penjaga perumahan tersebut di 2 lokasi yang berdekatan, yakni dilahan kosong seluas 5 x 13 m dengan barang bukti yang ditemukan berupa 18 dus limbah B3 medis, dan di lokasi kedua dengan luas 4 x 12 m tepatnya di samping Pos Jaga Perumahan ditemukan limbah B3 medis sebanyak 30 dus yang ditutup menggunakan terpal warna biru,” ungkap Riza Muttaqin.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, modus operandi yang digunakan pelaku yaitu melakukan penyalahgunaan pengelolaan limbah B3 medis yang berasal dari seseorang/supir truk box yang tidak dikenal oleh penanggung jawab dengan cara menaroh di lahan gambut (rawa) dan dengan ditutup terpal warna biru.

 

Adapun barang bukti yang diamankan petugas dari dua lokasi tersebut yakni 48 buah kardus berisikan Limbah B3 medis dan 1 klip plastik bertulisan RSUD Pulang Pisau.

Limbah B3 medis yang diamankan berupa Toples kecil bekas untuk pengecekan urine, Salep mata Chloramphenicol -1%, Sodium Chloride Infus Intravena 0,9 % 500ml, Botol kaca berisikan Ceftazidime Pentahydrate, Sarung tangan medis bekas, Botol kaca berisikan Ampicilin Sodium, Alat suntik bekas lengkap dengan jarumnya, Aqua Proinjeksi 20 ml, Kemasan obat Etanyl Fentanyl Citrate, Kantong darah, Sodium Chloride 0,9 % 100ml, Botol Hand sanitizer, Botol kaca Cefotaxime Sodium, Botol kaca paracetamol 100ml, Masker medis bekas, Kemasan alat suntik, Botol tetes telinga Phenol Glycerol 10% 5ml, dan Botol kaca Cefotaxime Sodium.

Wadir Reskrimsus Polda Kalsel AKBP Riza Muttaqin mengimbau masyarakat untuk melaporkan jika menemukan pembuangan limbah B3 / limbah medis seperti yang terjadi dilingkungan Komplek Viland Mahantas ini dengan menghubungi hotline 110 atau dapat melaporkan ke personel Ditreskrimsus Polda Kalsel / kekantor kepolisian terdekat.(**)

Banjar, 2 Mei 2025 – Pemerintah resmi memulai pembangunan Waduk Riam Kiwa di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, sebagai salah satu proyek strategis nasional (PSN) untuk mengatasi banjir tahunan yang melanda wilayah Banjar dan Kota Banjarmasin, serta menjamin pasokan air baku hingga 2.000 liter per detik untuk daerah-daerah yang kekurangan air bersih.

Peresmian groundbreaking dilakukan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, didampingi Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor. Dalam sambutannya, Menteri Basuki menegaskan pentingnya pembangunan waduk ini untuk menahan debit Sungai Riam Kiwa yang kerap meluap saat musim hujan dan menyebabkan banjir luas di DAS Barito.

“Waduk ini akan menjadi kunci pengendalian banjir yang melanda Kalimantan Selatan tiap tahun. Selain itu, airnya juga akan dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga, irigasi pertanian, hingga pembangkit listrik mikro,” ujar Basuki.

Detail Proyek Waduk Riam Kiwa:

  • Lokasi: Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar

  • Volume tampung: 82 juta m³

  • Luas genangan: ±600 hektare

  • Debit air baku: 2.000 liter/detik

  • Manfaat lain: PLTMH 2 MW dan irigasi 1.500 hektare

  • Nilai investasi: ±Rp2,1 triliun (APBN)

  • Waktu pembangunan: 2024–2027

Proyek ini juga dirancang tahan gempa dan ramah lingkungan, dengan perencanaan konservasi hutan di sekitar bendungan. Sekitar 2.000 kepala keluarga di hilir sungai akan merasakan manfaat langsung dalam bentuk perlindungan dari banjir serta peningkatan produksi pertanian yang selama ini terdampak genangan air.

Gubernur Sahbirin Noor menyampaikan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh pembangunan waduk ini dan telah menyelesaikan 90% proses pembebasan lahan. “Masyarakat telah kami ajak sosialisasi sejak awal. Mereka paham ini bukan sekadar proyek beton, tapi penyelamat masa depan Kalsel,” ucapnya.

Sementara itu, Balai Wilayah Sungai Kalimantan III juga menjelaskan bahwa Waduk Riam Kiwa akan terhubung dengan sistem irigasi baru dan jaringan perpipaan menuju Kota Banjarbaru, Martapura, dan sebagian wilayah Banjarmasin.

Scroll to Top