Waduk Riam Kiwa Mulai Dibangun, Proyek Strategis Atasi Banjir dan Krisis Air Bersih di Kalimantan Selatan

Banjar, 2 Mei 2025 – Pemerintah resmi memulai pembangunan Waduk Riam Kiwa di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, sebagai salah satu proyek strategis nasional (PSN) untuk mengatasi banjir tahunan yang melanda wilayah Banjar dan Kota Banjarmasin, serta menjamin pasokan air baku hingga 2.000 liter per detik untuk daerah-daerah yang kekurangan air bersih.

Peresmian groundbreaking dilakukan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, didampingi Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor. Dalam sambutannya, Menteri Basuki menegaskan pentingnya pembangunan waduk ini untuk menahan debit Sungai Riam Kiwa yang kerap meluap saat musim hujan dan menyebabkan banjir luas di DAS Barito.

“Waduk ini akan menjadi kunci pengendalian banjir yang melanda Kalimantan Selatan tiap tahun. Selain itu, airnya juga akan dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga, irigasi pertanian, hingga pembangkit listrik mikro,” ujar Basuki.

Detail Proyek Waduk Riam Kiwa:

  • Lokasi: Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar

  • Volume tampung: 82 juta m³

  • Luas genangan: ±600 hektare

  • Debit air baku: 2.000 liter/detik

  • Manfaat lain: PLTMH 2 MW dan irigasi 1.500 hektare

  • Nilai investasi: ±Rp2,1 triliun (APBN)

  • Waktu pembangunan: 2024–2027

Proyek ini juga dirancang tahan gempa dan ramah lingkungan, dengan perencanaan konservasi hutan di sekitar bendungan. Sekitar 2.000 kepala keluarga di hilir sungai akan merasakan manfaat langsung dalam bentuk perlindungan dari banjir serta peningkatan produksi pertanian yang selama ini terdampak genangan air.

Gubernur Sahbirin Noor menyampaikan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh pembangunan waduk ini dan telah menyelesaikan 90% proses pembebasan lahan. “Masyarakat telah kami ajak sosialisasi sejak awal. Mereka paham ini bukan sekadar proyek beton, tapi penyelamat masa depan Kalsel,” ucapnya.

Sementara itu, Balai Wilayah Sungai Kalimantan III juga menjelaskan bahwa Waduk Riam Kiwa akan terhubung dengan sistem irigasi baru dan jaringan perpipaan menuju Kota Banjarbaru, Martapura, dan sebagian wilayah Banjarmasin.

Share :

Berita Terkait

Populer Post

Recent Post

Scroll to Top