DKPP GELAR PELATIHAN PEMBINAAN DAN EVALUASI PENILAIAN BAGI KELOMPOK TANI DI SEBATIK

NUNUKAN, MP – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Nunukan gelar Pelatihan /  Pembinaan dan Evaluasi Penilaian bagi Kelompok Tani yang berlokasi di Kecamatan Sebatik Barat, Kamis (3/9/2026).

Pelatihan / Pembinaan dan Evaluasi Penilaian Kelompok Tani merupakan program bimbingan untuk mengukur serta meningkatkan kelas kemampuan organisasi petani berdasarkan aspek Panca Kemampuan Kelompok Tani (PAKEM POKTAN).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Penyuluhan, DKPP Nunukan beserta staf, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Wilayah Binaan Sebatik Barat, serta Kelompok Tani yang berada di Sebatik Barat.

Widodo, S. PKP, M. Si, Kepala Bidang Penyuluhan DKPP Kabupaten Nunukan menyampaikan, kegiatan pembinaan dan evaluasi penilaian kelas kemampuan kelompok tani dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan kemandirian kelompok tani dalam mengembangkan usaha pertanian.
Kegiatan meliputi pembinaan kelembagaan, administrasi kelompok, perencanaan kegiatan, penerapan teknologi pertanian, serta evaluasi terhadap perkembangan dan kemampuan kelompok berdasarkan indikator penilaian yang telah ditetapkan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kelompok tani dapat mengetahui aspek yang perlu ditingkatkan sehingga mampu berkembang menjadi kelompok yang lebih aktif, mandiri, dan berdaya saing.
Pembinaan dan evaluasi juga menjadi bahan tindak lanjut bagi penyuluh pertanian dalam memberikan pendampingan secara berkelanjutan guna mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Selanjutnya, Widodo menyatakan bahwa kelas kemampuan kelompok tani adalah pengelompokan tingkat kompetensi dan kemandirian kelompok tani dalam menjalankan fungsinya sebagai kelas belajar, wahana kerja sama, dan unit produksi.

Tingkat Kelas Kemampuan Kelompok Tani dibagi menjadi empat : Pemula, Lanjut, Madya, dan Utama. Diukur  berdasarkan : Kemampuan merencanakan kegiatan usaha tani, Kemampuan mengorganisasikan pembagian tugas dan administrasi, Kemampuan melaksanakan kegiatan produksi, Kemampuan melakukan pengendalian dan pelaporan, Kemampuan mengembangkan kepemimpinan kelompok.

Semakin tinggi kelas kemampuan kelompok tani, maka semakin cepat pula proses pembangunan pertanian serta semakin baik efektivitas fungsi kelompok sebagai unit belajar, kerjasama, produksi, dan usaha.

Untuk memotivasi kelompok tani dalam upaya peningkatan kelas  kelompok tani ada masukkan dari petani dan penyuluh pertanian, diantara : perlu ada reward yang diberikan kepada kelompok tani yang naik kelas, reward bisa berupa rekomendasi menerima bantuan pemerintah maupun hadiah langsung dalam wujud peralatan tani dll. Saya rasa ini ide dan gagasan yang baik untuk kita dorong dimasukkan dalan rencana kerja dan anggaran 2027.

Kegiatan juga diisi dengan diskusi model brainstorming (curah pendapat) terkait dengan tantangan dan permasalahan yang dihadapi petani padi sawah. Para petani sepakat permasalahan utamanya adalah terbatasnya tenaga kerja panen, karena banyak terserap pada usaha rumput laut dan kebun sawit. Petani sangat berharap bisa dapat bantuan mesin panen (Combine Harvester) untuk mempercepat kerja panen dan mengurangi lossing produksi. Dengan mesin panen, proses panen dapat dipersingkat sehingga petani bisa segera tanam padi kembali, dengan begitu yang sebelumnya tanam 2 kali bisa menjadi 3 kali dalam setahun, dan pada akhirnya  akan meningkatkan produksi, peningkatan PDRB sektor pertanian dan kesejahteraan petani.(**)

Share :

Berita Terkait

Populer Post

Recent Post

Scroll to Top