SMP Negeri 2 Nunukan Perkuat Perlindungan Anak dan Kesiapsiagaan Bencana pada Hari Anak Nasional 2026

NUNUKAN, MP – Momentum Hari Anak Nasional 2026 dimanfaatkan SMP Negeri 2 Nunukan untuk memperkuat komitmen mewujudkan lingkungan belajar yang aman, ramah anak, dan tangguh bencana.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi dengan sejumlah instansi pemerintah dalam penguatan perlindungan anak serta pelaksanaan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMP Negeri 2 Nunukan, Yulaikha, mengatakan sekolah tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan yang menjamin keamanan dan kenyamanan peserta didik.

Dalam upaya perlindungan anak, sekolah telah membentuk tim khusus untuk menangani kasus perundungan (bullying) maupun bentuk kekerasan lainnya.

Penanganan dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, serta instansi terkait lainnya dengan melibatkan orang tua siswa.

“Kami tidak bekerja sendiri. Kami bermitra dengan BNN, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, serta instansi terkait lainnya. Orang tua juga kami libatkan agar penanganan setiap persoalan dapat dilakukan secara menyeluruh,” ujar Yulaikha, Kamis (23/07/2026).

Selain memperkuat perlindungan anak, SMP Negeri 2 Nunukan juga tengah mempersiapkan pelaksanaan simulasi Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Juli 2026.

Persiapan telah dilakukan sejak Februari, meliputi penyusunan jalur evakuasi, penentuan titik kumpul, hingga koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Simulasi nantinya akan melibatkan BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, tokoh masyarakat, dan orang tua siswa.

“Insya Allah simulasi SPAB akan kami laksanakan pada 31 Juli. Kami melibatkan BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, tokoh masyarakat, serta orang tua siswa agar seluruh warga sekolah memahami langkah-langkah penyelamatan ketika terjadi bencana,” katanya.

Menurut Yulaikha, pelaksanaan SPAB menjadi bagian dari upaya membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan sekolah, terutama menghadapi kondisi cuaca yang belakangan semakin ekstrem. Melalui simulasi tersebut, seluruh warga sekolah diharapkan mampu memahami prosedur evakuasi dan mengambil tindakan yang tepat saat terjadi keadaan darurat.

Di samping penguatan aspek perlindungan dan keselamatan, SMP Negeri 2 Nunukan juga terus mendorong pengembangan potensi peserta didik melalui berbagai kegiatan akademik dan nonakademik.

Sekolah memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat di bidang seni, multimedia, dan kreativitas, termasuk membimbing mereka menghasilkan karya yang diikutsertakan dalam berbagai perlombaan.

“Anak-anak tidak hanya kami dorong di bidang akademik, tetapi juga di bidang seni, multimedia, dan kreativitas lainnya. Mereka kami bimbing membuat video interaktif dan berbagai karya untuk diikutsertakan dalam perlombaan. Alhamdulillah, tahun lalu kami juga berhasil meraih prestasi dari kegiatan tersebut,” tuturnya.

Melalui sinergi lintas sektor dan berbagai program pembinaan tersebut, SMP Negeri 2 Nunukan berharap dapat mewujudkan satuan pendidikan yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga aman, inklusif, ramah anak, dan tangguh menghadapi berbagai tantangan. (**)

Share :

Berita Terkait

Populer Post

Recent Post

Scroll to Top