Pemkab Bulungan Perkuat Literasi Keuangan Pelajar Lewat Program KEJAR

TANJUNG SELOR, MP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan terus memperkuat budaya gemar menabung di kalangan generasi muda melalui implementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Komitmen tersebut ditandai dengan diterbitkannya Surat Edaran Bupati Bulungan Nomor 500/163/EK.TU tertanggal 8 Juli 2026 tentang Implementasi Program KEJAR.

Sebagai tindak lanjut, Pemkab Bulungan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) menggelar kegiatan sosialisasi dan koordinasi bersama para pemangku kepentingan, Kamis (16/7/2026), guna mempercepat pelaksanaan program di seluruh satuan pendidikan.

Bupati Bulungan, Syarwani, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Bupati Bulungan, Kilat, menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), termasuk dalam hal literasi keuangan.

“Kemajuan daerah bukan hanya diukur dari banyaknya jalan atau gedung yang dibangun. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita membangun generasi yang cerdas, mandiri, dan mampu mengelola keuangan dengan baik sejak usia dini,” ujar Kilat.

Menurutnya, kebiasaan menabung perlu ditanamkan sejak dini agar anak-anak memiliki kemampuan mengelola keuangan secara bijak di tengah perkembangan era digital.

“Anak-anak dan remaja kita perlu paham cara menabung, bisa membedakan mana yang menjadi kebutuhan dan mana yang hanya keinginan. Lewat Program KEJAR ini, kita ingin mereka belajar disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kebiasaan mengelola uang dengan baik sejak dini,” katanya.

Data TPAKD Bulungan menunjukkan potensi besar dari sektor pelajar. Saat ini terdapat sekitar 145 Sekolah Dasar (SD) dengan total 18.889 siswa dan 66 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan jumlah 7.691 siswa. Secara keseluruhan, sebanyak 26.580 pelajar menjadi sasaran Program KEJAR.

Program tersebut juga menjadi salah satu upaya mengurangi kesenjangan antara tingkat literasi keuangan dan inklusi keuangan di Kabupaten Bulungan. Berdasarkan data yang dipaparkan, tingkat literasi keuangan masyarakat Bulungan mencapai 66,46 persen, sedangkan tingkat inklusi keuangan berada di angka 80,51 persen. Masih terdapat selisih sekitar 14,05 persen masyarakat yang telah memanfaatkan layanan keuangan, namun belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai manfaat maupun risiko produk keuangan.

Melalui Program KEJAR, Pemkab Bulungan berharap edukasi keuangan dapat diintegrasikan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah sehingga para pelajar tidak hanya memiliki rekening tabungan, tetapi juga memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat.

Selain itu, Pemkab Bulungan juga meminta dukungan dari sektor perbankan untuk memberikan kemudahan pelayanan kepada pelajar, terutama bagi mereka yang berada di wilayah dengan akses layanan keuangan yang masih terbatas.

“Kami berharap lembaga perbankan dapat memberikan pelayanan yang mudah, cepat, dan ramah kepada para pelajar. Bahkan jika memungkinkan, dapat melakukan jemput bola ke wilayah-wilayah yang aksesnya masih terbatas agar seluruh anak di Bulungan memiliki kesempatan yang sama untuk memiliki rekening dan belajar menabung,” tegas Kilat.

Pemkab Bulungan optimistis sinergi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan perbankan akan mampu membentuk generasi muda yang memiliki kesadaran finansial lebih baik, sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat yang semakin inklusif dan sejahtera. (Fy/red)

Share :

Berita Terkait

Populer Post

Recent Post

Scroll to Top