TANJUNG SELOR, MP – Suasana meriah memenuhi Lapangan Agathis saat Festival Rakyat Kalimantan Utara (Kaltara) Tahun 2026 resmi dibuka, Kamis (9/7) malam. Di balik kemeriahan panggung hiburan dan keramaian pengunjung, tersimpan harapan besar agar pelaku UMKM lokal semakin berkembang dan perekonomian daerah terus bergerak.
Gubernur Kaltara Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kaltara H. Sapi’i, S.T., M.A.P., secara resmi membuka festival dengan pemukulan gong. Kegiatan ini akan berlangsung selama 12 hari, mulai 9 hingga 20 Juli 2026.
Dalam sambutannya, Sapi’i menyampaikan apresiasi kepada panitia, pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), komunitas, sponsor, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut.
“Semangat gotong royong inilah yang menjadi modal penting dalam membangun Kalimantan Utara yang semakin maju, makmur dan terus tumbuh berkelanjutan,” kata Sapi’i.
Ia menjelaskan Festival Rakyat tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi langkah nyata pemerintah dalam menggerakkan perekonomian daerah melalui pemberdayaan UMKM.
Menurutnya, kehadiran pasar UMKM diharapkan memberikan dampak positif bagi berbagai sektor, mulai dari perdagangan, kuliner, transportasi hingga jasa, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Keberhasilan pembangunan tidak hanya dilihat dari infrastruktur, tetapi juga dari tumbuhnya masyarakat yang produktif, kreatif, inovatif, dan mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian daerah,” ujarnya.
Melalui festival ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara juga mengajak masyarakat dan pelaku usaha terus meningkatkan kualitas produk, berinovasi, serta memanfaatkan teknologi agar mampu bersaing dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
Di akhir kegiatan, Sapi’i berharap sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas dan masyarakat terus terjaga sehingga mampu mendorong terwujudnya Kaltara yang mandiri, maju dan berdaya saing. (dkisp)





