TANA TIDUNG, Mandaupost.com – Pagi yang masih berbalut embun di bantaran Sungai Sesayap, Desa Sepala Dalung, Kecamatan Sesayap Hilir, menjadi saksi gerakan hijau yang sarat makna, Senin (4/5/2025).
Di tengah semilir angin sungai, jajaran TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat bahu-membahu menanam pohon dalam kegiatan Penanaman Pohon Serentak Kodam VI/Mulawarman yang terhubung secara virtual bersama Pangdam VI/Mulawarman.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.50 WITA ini bukan sekedar seremoni, melainkan simbol kepedulian yang kuat terhadap lingkungan yang terus diuji oleh perubahan zaman. Di lokasi, Komandan Kodim 0914/Tana Tidung, Letkol Inf Raden Florensius Ferdian Richarda, ST, M.IP, hadir memimpin langsung sepanjang kegiatan, didampingi sejumlah pejabat dan unsur terkait.
Turut hadir Asisten I Pemerintah Kabupaten Tana Tidung Uus Rusmanda, A.KS., M.HP, jajaran Kodim 0914/Tnt, di antaranya Pasi Ter Kapten Inf Tripujiono dan Danramil 0914-01/Sesayap Kapten Inf Subadi.
Dari unsur kepolisian tampak Ipda Ramasis N selaku Pamapta III Polres Tana Tidung, serta perwakilan Dinas Kehutanan UPTD KPH Tana Tidung M. Tahir Syarif, S.Hut. Kepala Desa Sepala Dalung, Iyan Ugang, bersama pengurus Persit Kodim 0914/Tnt dan tamu undangan lainnya turut meramaikan kegiatan tersebut.
Rangkaian acara berlangsung dengan tertib, dimulai dari pembukaan, doa bersama, hingga pemutaran video program penanaman sejuta pohon oleh Kodam VI/Mulawarman.
Sambutan Pangdam yang disampaikan secara virtual menjadi penguat semangat, menekankan pentingnya peran kolektif dalam menjaga kelestarian alam.

Suasana semakin hangat ketika para peserta turun langsung ke lapangan, menanam bibit pohon di sepanjang bantaran sungai. Tanah yang digali, tangan yang kotor oleh lumpur, hingga senyum yang mengembang di wajah para peserta menjadi gambaran sederhana dari sebuah komitmen besar merawat bumi bersama.
Tak hanya penanaman pohon, kegiatan juga diisi dengan penyerahan penghargaan rekor MURI serta pelepasan satwa sebagai simbol keseimbangan ekosistem.
Momentum ini menegaskan bahwa upaya pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus menyentuh seluruh aspek kehidupan alam.
Secara umum, kegiatan berakhir dalam suasana aman dan lancar. Namun lebih dari itu, yang tertanam hari itu bukan hanya pohon, melainkan harapan.

Penanaman sejuta pohon yang digagas Kodam VI/Mulawarman menjadi langkah nyata dalam memperbaiki kualitas lingkungan, menghijaukan kembali lahan kritis, serta menekan dampak polusi. Ini juga menjadi cerminan kuat kemanunggalan TNI dengan rakyat—bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab bersama.
Di balik setiap bibit yang ditanam, tersimpan pesan sederhana namun mendalam: satu pohon, sejuta manfaat. Sebuah investasi jangka panjang untuk generasi mendatang agar tetap dapat menikmati udara bersih, tanah pinggiran kota, dan kehidupan yang seimbang.
Gerakan ini mengingatkan seolah-olah bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Dan di tepian Sungai Sesayap itu, langkah kecil tersebut telah dimulai—mengakar, tumbuh, dan kelak akan menaungi kehidupan. (rko)





