SAMARINDA, MP – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, memaparkan perkembangan pelaksanaan program Pengarusutamaan Gender (PUG) di Kalimantan Timur.
Sri berharap, pelaksanaan PUG mampu memperkuat peran dan memberikan ruang lebih luas bagi kaum perempuan untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Pengarusutamaan Gender atau PUG merupakan strategi untuk mengintegrasikan perspektif gender ke dalam proses pembangunan. Harapan kita, program ini dapat memberikan ruang bagi kaum perempuan untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah,” ujar Sri Wahyuni saat memaparkan perkembangan PUG di Kaltim, di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (30/10/2026).
PUG bertujuan memastikan perempuan dan laki-laki memiliki kesempatan yang setara untuk berpartisipasi, memperoleh akses terhadap sumber daya dan layanan, terlibat dalam pengambilan keputusan, serta menerima manfaat pembangunan secara adil.
PUG bukan program yang berdiri sendiri ataupun semata-mata menjadi urusan satu perangkat daerah. Sebaliknya, PUG harus menjadi pendekatan bersama dalam seluruh siklus pembangunan, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pengawasan, pemantauan, evaluasi hingga pelaporan.
Dengan demikian, setiap kebijakan dan program pembangunan dapat memperhatikan kondisi, kebutuhan, pengalaman, serta tantangan yang mungkin berbeda antara perempuan dan laki-laki.
“Komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terhadap pelaksanaan PUG telah diperkuat melalui Peraturan Daerah Kalimantan Timur Nomor 5 Tahun 2024,” jelasnya.
Perda tersebut merupakan perubahan atas Peraturan Daerah Kalimantan Timur Nomor 2 Tahun 2016 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Daerah.
Regulasi ini menjadi landasan bagi perangkat daerah untuk mengintegrasikan perspektif gender dalam kebijakan dan pelaksanaan pembangunan di lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltim.
Namun, keberadaan regulasi harus diikuti dengan pelaksanaan yang konsisten. Pemprov Kaltim perlu memastikan kebijakan dan program tidak sekadar mencantumkan kesetaraan gender dalam dokumen, tetapi juga mampu menjawab permasalahan nyata, memiliki sasaran yang jelas,





