SAMARINDA, MP – Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menerima audiensi Pengurus Wilayah (PW) Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kalimantan Timur di Ruang Rapat Wakil Gubernur, Senin (26/10/2026).
Audiensi dipimpin Ketua PW Forum TBM Kaltim Dr Rahmad Azazi Rhomantoro bersama Bendahara Forum TBM Kaltim M Reofani. Keduanya menyampaikan rencana pelaksanaan Temu Pegiat Forum TBM di Kaltim pada 6–8 November 2026.
Kegiatan tersebut akan berlangsung di tiga lokasi, yakni UPTD Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltim, Museum Negeri Mulawarman, dan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Temu Pegiat Forum TBM merupakan ajang pertemuan pengelola dan relawan taman bacaan masyarakat dari seluruh Indonesia. Setelah sebelumnya digelar di Magelang, Jawa Tengah, pada awal 2025, kegiatan tahun ini direncanakan diikuti sekitar 150 pegiat literasi dari berbagai daerah.
Melalui audiensi tersebut, pengurus Forum TBM mengundang Wakil Gubernur untuk menghadiri rangkaian kegiatan sekaligus memberikan motivasi kepada para pegiat literasi yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltim Lisa Hasliana melaporkan peningkatan jumlah kunjungan masyarakat ke Perpustakaan Provinsi sejak jam layanan diperpanjang hingga malam hari.
“Setelah kita berlakukan operasional hingga malam hari, jumlah pengunjung meningkat drastis, Pak Wagub. Sehari bisa sekitar 250 orang yang datang untuk membaca dan meminjam buku. Setiap hari selalu ada antrean panjang untuk peminjaman buku,” ungkap Lisa.
Ia menambahkan, fasilitas perpustakaan kini ramai dimanfaatkan masyarakat hampir setiap hari. Kondisi tersebut membuat sejumlah sarana dan prasarana memerlukan peremajaan, termasuk beberapa sudut ruangan, kursi, dan meja.
Menanggapi laporan tersebut, Seno Aji berencana meninjau langsung perpustakaan dalam waktu dekat untuk melihat kondisi fasilitas yang perlu mendapat perhatian.
“Saya akan jadwalkan untuk berkunjung ke sana, mengingat perpustakaan kita sekarang ramai dikunjungi. Artinya, kita juga perlu menyediakan fasilitas yang nyaman agar masyarakat betah membaca di perpustakaan,” katanya.





