SEMARANG, MP – Bagaimana rasanya berlari sambil menikmati kota Semarang di malam hari? Tanyakan saja ke para peserta Semarang Heritage Night Run.
Ajang lari 5 kilometer itu digelar, Sabtu (10/10/2026) malam WIB. Mengusung tema “Bergerak Hebat Menyusuri Harmoni Kota”, ajang ini merupakan kolaborasi Pemerintah Kota Semarang, dan Katadata sebagai mitra penyelenggara.
Ajang ini memadukan aktivitas olahraga dengan pengalaman menyusuri sejarah, keberagaman budaya, dan pesona kawasan heritage Semarang. SHNR dirancang sebagai lebih dari sekadar ajang fun run.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan identitas Kota Semarang melalui pengalaman wisata berbasis olahraga atau sport tourism.
Dengan memanfaatkan kekayaan sejarah dan karakter multikultural kota, peserta diajak mengenal Semarang dari perspektif yang berbeda, yakni melalui perjalanan malam di tengah kawasan bersejarah.
Ajang yang mengambil titik start dan finis di Metro Point, Kota Lama Semarang ini diikuti oleh lebih dari 3.000 orang dengan berbagai latar belakang, seperti masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, akademisi, dan komunitas.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyambut konsep kegiatan yang menggabungkan olahraga dengan potensi heritage kota. Ia sebelumnya menyoroti keunikan pengalaman berlari pada malam hari sekaligus menikmati karakter khas Semarang.
“Run itu kan (biasanya) pagi, (SHNR) ini malam, seru kan? Terus, heritage, karena Kota Semarang terkenal dengan heritage dan kuliner. Nah, kami membuat sesuatu yang different,” ujar Agustina dalam keterangan kepada media.
Agustina juga berharap kegiatan ini dapat mendorong aktivitas ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan heritage, termasuk Pecinan, Kauman, dan Kampung Melayu. Kehadiran peserta dan pengunjung diharapkan membuka peluang bagi usaha lokal untuk memperoleh manfaat ekonomi dari meningkatnya aktivitas di kawasan tersebut.
Adapun, salah satu daya tarik SHNR 2026 adalah pengalaman berlari yang dirancang untuk mempertemukan peserta dengan ragam ekspresi budaya Semarang. Sepanjang rute, penyelenggara menyiapkan sejumlah cheering point tematik yang menghadirkan pertunjukan, ornamen, dan interaksi budaya.
Lima zona yang dilintasi para peserta lari meliputi Semarangan Tempo Doeloe, Gebyuran, Pecinan Semarang, Semarangan Legend, dan Gambang Semarang. Masing-masing menghadirkan karakter berbeda yang merepresentasikan perjalanan sejarah dan keberagaman budaya kota.
Pengembangan kegiatan olahraga berbasis destinasi (Sport Tourism) menjadi salah satu peluang bagi kota untuk memperluas daya tarik pariwisata. Melalui SHNR, kawasan heritage tidak hanya diposisikan sebagai ruang untuk mengenal sejarah dan arsitektur, tetapi juga sebagai ruang publik yang hidup melalui kegiatan komunitas dan aktivitas rekreasi.
Melalui perpaduan olahraga, hiburan, dan eksplorasi budaya, SHNR diharapkan dapat memperkuat citra Semarang sebagai kota heritage yang tetap dinamis, terbuka, dan relevan bagi berbagai generasi.(**)





