NUNUKAN, MP – Pemerintah Kabupaten Nunukan bergerak cepat menangani dampak banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik pada Senin (3/8/2026).
Fokus penanganan saat ini diarahkan pada evakuasi warga, penyedotan genangan air, pendataan kerusakan, serta percepatan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak.
Camat Nunukan Selatan, Salahuddin, mengatakan wilayah yang mengalami dampak paling berat berada di RT 13 Kelurahan Sungai Sembilan.
“Hampir seluruh kawasan tersebut terendam banjir. Alhamdulillah BPBD bersama PMI, TNI, Polri, pemerintah kelurahan, kecamatan, dan unsur terkait lainnya bergerak cepat membantu masyarakat. Mesin pompa yang diturunkan BPBD sangat membantu mempercepat penyurutan genangan air,” ujarnya, saat meninjau kelapangan, Senin (3/8/2026).
Ia menjelaskan telah menginstruksikan seluruh lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta ketua RT untuk segera melakukan pendataan rumah-rumah terdampak sebagai dasar penyaluran bantuan.
Selain penanganan darurat, Pemerintah Kecamatan Nunukan Selatan juga mengusulkan adanya kajian teknis terhadap sistem drainase, khususnya pada saluran air di bawah jembatan Sungai Sembilan yang dinilai belum mampu menampung debit air saat hujan lebat.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi BPBD Nunukan, Yunus Randa Layuk, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang berlangsung selama beberapa jam, diperparah kapasitas drainase yang terbatas serta kondisi air laut yang sedang pasang.
Menurutnya, BPBD bersama PMI terus melakukan evakuasi, penyedotan air, pembersihan rumah warga, serta pendataan terhadap warga terdampak dan kerusakan infrastruktur.
Yunus menambahkan, Bupati Nunukan telah menginstruksikan agar seluruh dampak banjir segera didata secara menyeluruh. Setelah kembali ke Nunukan, Bupati dijadwalkan meninjau langsung lokasi terdampak guna memastikan proses penanganan dan pemulihan berjalan optimal.
Pemerintah Kabupaten Nunukan mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta terus mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan instansi terkait.
Di saat yang sama, seluruh perangkat daerah bersama unsur penanganan bencana akan terus bersinergi untuk mempercepat pemulihan kondisi masyarakat di wilayah terdampak. (**)





