SAMARINDA, MANDAUPOST – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus memantapkan pelaksanaan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya). Termasuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan di Triwulan III Tahun 2025. Evaluasi tersebut dilaksanakan Ruang Rapat Arutala, Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Samarinda. Setelah dengan perangkat kecamatan dan kelurahan pada Selasa (16/9) siang, evaluasi yang sama juga dilakukan bersama tim pendamping Probebaya, Kamis (18/9).
Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah (P2EPD) Bapperida Kota Samarinda, Nadya Turisna menegaskan pentingnya realisasi dan pemanfaatan anggaran kegiatan Probebaya di setiap kecamatan.
“Kegiatan Probebaya ini sangat mempengaruhi pergerakan ekonomi di Kota Samarinda. Makanya harus dimaksimalkan daya serap anggaran. Karena kalau lambat terserap, maka lambat juga uang yang beredar di tengah masyarakat,” kata Nadya dalam pemaparannya.
Diakui Nadya, realisasi target dan keuangan Probebaya dari setiap kecamatan masih tergolong sangat rendah. Hal itu diketahui dari input laporan keuangan pada aplikasi E-Dalev per 15 September 2026. Padahal, saat ini sudah hampir mendekati akhir tahun.
Sementara Kepala Bagian (Kabag) Tata Pemerintahan (Tapem) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Samarinda, Mochammad Arif Surochman turut menegaskan keterlibatan pendamping dalam setiap kegiatan Probebaya, mulai dari perencanaan hingga pertanggungjawaban. Selain itu, ia juga meminta keterbukaan pendamping untuk dapat segera melaporkan segala permasalahan yang terjadi di lapangan, agar bisa langsung ditindaklanjuti.
“Segera lapor, agar kami bisa langsung turun ke lapangan mengecek. Kalau diam saja, justru akan jadi masalah,” ujar Arif.
Terkait hal tersebut, Arif menjamin kerahasiaan pelapor. Karena itu, para pendamping tidak perlu takut dan ragu melaporkan segala permasalahan yang timbul di lapangan dalam pelaksanaan kegiatan Probebaya.(**)





