Berita Populer

Berita Terbaru

Uncategorized

JAKARTA, MP – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara (Kaltara), H. Denny Harianto, S.E., M.M., menuntaskan tahapan jangka pendek proyek perubahan melalui inovasi Sistem Integrasi Nilai Ekonomi Rantai Global Industri untuk Kalimantan Utara (SINERGI KALTARA).

Capaian tersebut dipaparkan Sekprov Denny dalam Seminar Implementasi Proyek Perubahan yang digelar di ASN Corporate University, Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Jakarta, Selasa (1/9).

Dalam tahap awal ini, sejumlah target utama berhasil direalisasikan. Di antaranya pembentukan Forum Koordinasi Multipihak (FKM), pemetaan kebutuhan industri, pembangunan platform digital, penerbitan regulasi kemitraan, serta penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara dengan PT. KIPI dan PT. PKN.

Langkah tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan pertumbuhan investasi di Kaltara ikut memberikan manfaat bagi masyarakat lokal. Melalui SINERGI KALTARA, pengusaha Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) diharapkan memiliki jalur yang lebih jelas untuk masuk dan memenuhi kebutuhan rantai pasok industri.

Seminar tersebut turut didukung Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., selaku Mentor. Hadir pula Dr. Ir. Robinson Hasoloan Sinaga, S.H., LL.M., sebagai Coach dan Dr. Andi Taufik, M.Si., sebagai narasumber.

Gubernur Zainal menegaskan Pemprov Kaltara akan terus mengawal implementasi SINERGI KALTARA agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas, khususnya oleh pelaku UMKM.

“SINERGI KALTARA menjadi langkah nyata untuk menghubungkan potensi lokal dengan pertumbuhan industri. Kita ingin investasi yang masuk ikut meningkatkan kesejahteraan UMKM Kaltara,” tegas Zainal.

Sementara itu, Sekprov Denny mengatakan penyelesaian tahap awal bukan menjadi akhir dari program tersebut. Tahapan selanjutnya akan diarahkan pada penguatan kapasitas dan sertifikasi produk UMKM, perluasan platform digital, serta pengembangan kerja sama dengan industri di kawasan ekonomi Kaltara.

Pendampingan juga akan diperkuat, terutama dalam peningkatan kualitas produk, kemasan, manajemen usaha, digitalisasi, hingga akses pembiayaan. Upaya ini akan melibatkan lembaga keuangan, perguruan tinggi dan asosiasi dunia usaha.

“Melalui SINERGI KALTARA, kami ingin memastikan UMKM Kaltara tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjadi pelaku utama yang berdaya saing dalam rantai pasok industri global,” ujar Denny.

Ke depan, SINERGI KALTARA diharapkan tidak hanya memperkuat keterlibatan UMKM dalam pertumbuhan industri daerah, tetapi juga dapat menjadi model pengembangan ekonomi daerah yang inklusif dan berdaya saing. (dkisp)

JAKARTA, MP – Rider Moto2 Izan Guevara promosi ke MotoGP musim depan. Rider Spanyol ini direkrut tim Prima Pramac Yamaha per 2027.

Kabar bergabungnya Guevara disampaikan tim Pramac Yamaha, Kamis (27/8/2026) malam WIB. Pebalap berusia 22 tahun ini menjadi rekan satu tim Toprak Razgatlioglu di MotoGP 2027 menggantikan Jack Miller.

Guevara menjadi rookie ketiga yang debut di MotoGP 2027. Dia menyusul Daniel Holgado yang lebih dulu direkrut Gresini Racing, serta David Alonso (Honda).

Izan Guevara merupakan mantan jawara Moto3 2022 dan debut di Moto2 musim berikutnya. Pebalap yang membela Blu Cru Pramac Yamaha Moto2 Team ini sekarang berada di urutan klasemen sementara Moto2 2026 dengan 155 poin.

Tiket promosi ke MotoGP amat disyukuri Guevara. Dia berterima kasih kepada Yamaha yang memberinya kesempatan mewujudkan mimpi di kelas premier.

“Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan bagi saya. Mencapai MotoGP selalu menjadi tujuan saya, dan saya tahu betapa sulitnya untuk sampai ke kelas utama. Ini membutuhkan kerja keras selama bertahun-tahun dan pengorbanan dari banyak orang di sekitar saya,” kata Guevara dalam laman resmi MotoGP.

Guevara tak muluk-muluk untuk MotoGP 2027. Dia ingin belajar dan beradaptasi secepat mungkin di kelas premier, sebelum mencoba meningkatkan kemampuan dan mencapai level setinggi mungkin.

Bergabungnya Izan Guevara ke tim Prima Pramac Yamaha membuat slot MotoGP 2027 tersisa 4 yang belum diisi. Tim VR46 Racing Team masih menyisakan 1 pebalap yang kosong, begitu pula Honda LCR, Honda HRC, dan KTM Tech3.(**)

JAKARTA, MP – Perdana Menteri (PM) Kerajaan Tailan, Anutin Charnvirakul tiba di Jakarta pada Senin, 3 Agustus 2026, dalam rangka melakukan kunjungan resmi ke Indonesia. Pesawat yang membawa PM Tailan beserta delegasi mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada pukul 16.05 WIB.

Setibanya di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, PM Tailan disambut oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Tailan Hari Prabowo, Duta Besar Kerajaan Tailan untuk Republik Indonesia Prapan Disyatat, Atase Pertahanan Tailan untuk Indonesia Sittirat Pusongchai, serta Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Ali Gusman.

Setelah turun dari pesawat, PM Tailan mengikuti prosesi penyambutan kenegaraan oleh pasukan jajar kehormatan. Mengiringi prosesi tersebut, korps musik memainkan instrumental, sementara meriam salvo dilepaskan sebagai bentuk penghormatan kepada kepala pemerintahan sahabat yang tengah melakukan kunjungan resmi ke Indonesia.

Suasana penyambutan makin semarak dengan penampilan tari tradisional Indonesia yang dipersembahkan sebelum PM Tailan memasuki kendaraan VVIP. Suguhan budaya tersebut menjadi wujud penghormatan sekaligus cerminan keramahan Indonesia dalam menyambut tamu negara.

Usai prosesi penyambutan di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, PM Tailan beserta delegasi melanjutkan perjalanan menuju Istana Merdeka, Jakarta. Di Istana Merdeka, PM Tailan dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto guna membahas penguatan kerja sama bilateral Indonesia dan Tailan di berbagai bidang serta isu-isu strategis yang menjadi perhatian bersama.

Kunjungan resmi PM Tailan ke Indonesia diharapkan makin mempererat hubungan persahabatan yang telah terjalin erat antara Indonesia dan Tailan, sekaligus memperkuat kemitraan kedua negara dalam menghadapi berbagai tantangan dan peluang di kawasan maupun tingkat global. (BPMI Setpres)

JAKARTA, MP – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dalam menjaga kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga hari ini, sebanyak 137 Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah di Indonesia dicopot dari jabatannya.

“Dan perhari ini, saya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional telah mencopot 137 Kepala Dapur di seluruh Indonesia. Ini saya beri penjelasan lebih linci. 49 diantaranya di Jawa Barat, 26 di Lampung, 11 di Jawa Timur, 10 di Sumatera Utara, 10 di Banten, dan 5 di Jawa Tengah termasuk Kepala Dapur, 5 itu termasuk yang kemarin dapurnya yang di Semarang yang menimbulkan keracunan di SMK Negeri 6 Semarang,” kata Mas Dar seusai Rapat Pimpinan, di Kantor BGN, Senin (3/8).

Mas Dar menjelaskan bahwa pencopotan tersebut dilakukan terhadap kepala SPPG yang terbukti melakukan pelanggaran disiplin maupun memiliki rekam jejak kasus yang bertentangan dengan standar operasional dan integritas pelaksanaan Program MBG.

Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa tindakan pencopotan tersebut merupakan bentuk disiplin organisasi terhadap berbagai pelanggaran yang ditemukan di lapangan, mulai dari kasus keracunan hingga penyimpangan dalam pengelolaan keuangan.

“Yang jelas kami zero toleran terhadap keracunan, zero toleran terhadap tindakan korupsi, hengki pengki, ngentik uang, dan lain-lain itu kita zero toleran, dan kami telah menyiapkan suatu sistem mekanisme di mana trust is good, tapi control is better,” tegas Mas Dar.

Sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola, BGN juga tengah mengembangkan sistem pengawasan berbasis digital yang memungkinkan seluruh proses operasional di dapur dapat dipantau secara sistematis.

Selain memperkuat sistem pengawasan internal, BGN juga berkomitmen meningkatkan transparansi kepada publik melalui penyediaan informasi yang mudah diakses oleh para pemangku kepentingan, khususnya orang tua, sekolah, serta pemerintah daerah.

“Sebagaimana janji saya setelah saya dilantik adalah bagaimana menyediakan informasi yang terbuka kepada pihak-pihak terkait khususnya orang tua, kemudian dinas kesehatan, dinas pendidikan, termasuk guru, kepala sekolah itu mendapatkan informasi bahwa anaknya diberi menu makan apa oleh negara di hari ini, hari kemarin, hari esok, dan rencananya apa, kandungan gisinya apa, kemudian menu tadi itu dimasak di SPPG mana, kepala SPPG-nya siapa, dan ada keluhan apa, sehingga kita bisa lihat,” kata Mas Dar. (**)

TULIN ONSOI, MP — Upaya meningkatkan derajat kesehatan peserta didik dan menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, aman, serta mendukung proses belajar mengajar terus diperkuat di Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan. Hal tersebut diwujudkan melalui Pertemuan Lintas Sektor UPT Puskesmas Sanur dengan agenda pembahasan program Sekolah Sehat, yang digelar pada Selasa, 28 Juli 2026, bertempat di Aula Penginapan Aulia, Desa Sanur, Kecamatan Tulin Onsoi.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh para kepala sekolah dan guru dari berbagai satuan pendidikan se-Kecamatan Tulin Onsoi. Pertemuan ini menjadi ruang koordinasi dan komunikasi bersama antara pihak Puskesmas, pemerintah kecamatan, kepolisian, serta unsur pendidikan dalam membangun kesamaan persepsi mengenai pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.

Kegiatan dibuka oleh Kepala UPT Puskesmas Sanur, dr. H. Wahyu Retno Wulandari, bersama Sekretaris Kecamatan Tulin Onsoi, Farhan A. Bonati, S.Pd., M.A.P., serta turut dihadiri perwakilan Polsek Sebuku–Tulin Onsoi dan Tohoh Agama. Kehadiran lintas sektor tersebut menunjukkan bahwa upaya mewujudkan sekolah sehat tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan dan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan.

Dalam pertemuan tersebut, konsep sekolah sehat ditempatkan bukan sekadar sebagai upaya menjaga kebersihan fisik sekolah, tetapi sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini. Sekolah dipandang sebagai salah satu lingkungan strategis dalam membentuk kebiasaan hidup sehat, kedisiplinan, kepedulian terhadap kebersihan, serta kesadaran peserta didik terhadap pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan.

Melalui program sekolah sehat, lingkungan pendidikan diharapkan mampu menjadi tempat yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Kondisi sekolah yang bersih dan sehat dinilai dapat memberikan rasa nyaman kepada peserta didik maupun tenaga pendidik, sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif.

Keterlibatan para kepala sekolah dan guru dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan program tersebut dapat diterapkan secara nyata di masing-masing satuan pendidikan. Guru memiliki posisi strategis dalam memberikan contoh sekaligus membangun kebiasaan positif kepada peserta didik, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, hingga meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan diri dan orang lain.

Sementara itu, pihak Puskesmas memiliki peran dalam memberikan pendampingan dan penguatan aspek kesehatan di lingkungan sekolah. Sinergi antara Puskesmas dan sekolah diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah konkret yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.

Pertemuan lintas sektor tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara sektor kesehatan, pendidikan, pemerintahan, dan keamanan. Kolaborasi lintas sektor diperlukan agar berbagai persoalan yang berkaitan dengan kesehatan anak dan lingkungan sekolah dapat ditangani secara terpadu dan berkelanjutan.

Dari sisi pemerintah kecamatan, dukungan terhadap program sekolah sehat menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan kualitas pelayanan dasar masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan dan pendidikan. Pemerintah Kecamatan Tulin Onsoi diharapkan dapat terus memfasilitasi koordinasi antara berbagai pihak agar program yang telah direncanakan dapat berjalan secara konsisten di tingkat sekolah.

Kehadiran perwakilan Polsek Sebuku–Tulin Onsoi juga memperlihatkan pentingnya pendekatan lintas sektor dalam menciptakan lingkungan sekolah yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga aman dan nyaman bagi peserta didik. Dengan adanya komunikasi antara pihak sekolah dan unsur kepolisian, berbagai aspek yang berkaitan dengan keamanan dan perlindungan anak di lingkungan pendidikan dapat menjadi perhatian bersama.

Para peserta yang hadir diharapkan dapat membawa hasil pembahasan dalam pertemuan tersebut untuk diterapkan dan dikembangkan di sekolah masing-masing. Dengan demikian, sekolah sehat tidak berhenti pada kegiatan seremonial atau slogan, tetapi menjadi sebuah gerakan yang tumbuh melalui kebiasaan sehari-hari seluruh warga sekolah.

Pertemuan lintas sektor UPT Puskesmas Sanur ini pada akhirnya menegaskan bahwa keberhasilan program sekolah sehat sangat bergantung pada komitmen bersama. Pemerintah kecamatan, Puskesmas, sekolah, guru, orang tua, peserta didik, serta unsur terkait lainnya memiliki peran masing-masing yang saling melengkapi.

Dengan sinergi yang semakin kuat, program Sekolah Sehat diharapkan dapat menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk generasi muda Kecamatan Tulin Onsoi yang sehat, disiplin, berkarakter, peduli terhadap lingkungan, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap pola hidup bersih dan sehat. Langkah tersebut sekaligus menjadi investasi jangka panjang dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas bagi masa depan Kecamatan Tulin Onsoi dan Kabupaten Nunukan.(**)

TANA TIDUNG, MP – Tim Woodball Kabupaten Tana Tidung kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Kejuaraan Woodball Bupati Malinau Cup (BMC) V yang mempertemukan atlet dari seluruh kabupaten dan kota se-Kalimantan Utara. Kejuaraan yang berlangsung selama dua hari, pada 25–26 Juli 2026 di Lapangan Sepak Bola Kuala Lapang, Kabupaten Malinau, menjadi ajang pembuktian kualitas para atlet sekaligus pemanasan menuju Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Kalimantan Utara 2026.

Dalam kompetisi tersebut, skuad Woodball Tana Tidung tampil impresif dan menunjukkan konsistensi sebagai salah satu kekuatan cabang olahraga woodball di Kalimantan Utara. Berbagai nomor pertandingan berhasil dikuasai atlet-atlet Tana Tidung, sehingga mampu mengumpulkan total 11 medali yang terdiri atas 4 medali emas, 3 medali perak, dan 4 medali perunggu.

Perolehan tersebut mengantarkan Kabupaten Tana Tidung menempati posisi runner-up klasemen akhir perolehan medali, berada tepat di bawah tuan rumah Kabupaten Malinau yang berhasil keluar sebagai juara umum.

Salah satu pencapaian paling membanggakan terjadi pada nomor Single Putri Fairway. Tiga atlet putri Tana Tidung sukses menguasai seluruh podium. Clara tampil sebagai peraih medali emas, disusul Adel yang meraih medali perak, sementara Fransiska Theresia melengkapi dominasi Tana Tidung dengan medali perunggu. Keberhasilan menyapu bersih podium tersebut menjadi salah satu momen paling berkesan dalam kejuaraan.

Selain itu, tiga medali emas lainnya disumbangkan oleh Abdul Hadi pada nomor Single Putra Fairway, pasangan Roby dan Sabar pada nomor Ganda Putra Stroke, serta Fildza yang tampil gemilang di nomor Single Putri U-15 Stroke.

Kejuaraan Bupati Malinau Cup V tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi sarana penting bagi seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Utara untuk mengukur kemampuan atlet, mengevaluasi kekuatan lawan, serta mempersiapkan strategi menghadapi PORPROV Kalimantan Utara 2026 yang akan digelar di Kabupaten Malinau sebagai tuan rumah.

Prestasi yang diraih Tim Woodball Kabupaten Tana Tidung menjadi modal berharga dalam menghadapi persaingan pada ajang olahraga tingkat provinsi mendatang. Hasil ini sekaligus menunjukkan perkembangan pembinaan atlet woodball di Kabupaten Tana Tidung yang terus menunjukkan tren positif dan mampu bersaing dengan daerah-daerah lain di Kalimantan Utara. (**)

JAKARTA, MP – Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Senin, 27 Juli 2026, di tengah perhatian pelaku pasar terhadap proses transisi kepemimpinan Bank Indonesia (BI) menyusul pengunduran diri Gubernur BI Perry Warjiyo.

Berdasarkan data perdagangan pukul 09.33 WIB, kurs dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah (USD/IDR) naik 0,45 persen atau 79,9 poin ke level Rp17.987,9. Pelemahan tersebut membuat rupiah kembali mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Menariknya, pelemahan rupiah terjadi ketika indeks dolar AS (DXY) justru turun 0,30 persen ke level 101,000. Kondisi ini menunjukkan tekanan terhadap mata uang domestik tidak sepenuhnya dipicu oleh penguatan dolar AS di pasar global, sementara pelaku pasar juga mencermati perkembangan domestik.

Selain terhadap dolar AS, rupiah turut melemah terhadap sejumlah mata uang utama. Pelemahan terbesar terjadi terhadap baht Thailand yang menguat 0,76 persen ke Rp536,329. Rupiah juga melemah terhadap ringgit Malaysia sebesar 0,47 persen ke Rp4.405,84, yen Jepang 0,46 persen ke Rp109,99, dolar Singapura 0,36 persen ke Rp13.949,78, yuan Tiongkok 0,31 persen ke Rp2.657,40, serta euro 0,25 persen ke Rp20.446,0.

Di sisi lain, rupiah masih mencatatkan penguatan terhadap won Korea Selatan. Mata uang negara gingseng tersebut turun 0,30 persen terhadap rupiah ke level Rp12,2547.

Di pasar komoditas, aset safe haven juga menguat. Harga emas dunia (XAU/USD) naik 1,16 persen menjadi USD4.100,18 per troy ons, mencerminkan sikap investor yang masih berhati-hati terhadap berbagai perkembangan ekonomi dan geopolitik global.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo secara resmi mengajukan surat pengunduran diri kepada Presiden Prabowo Subianto pada Minggu (26/7/2026). Presiden telah menerima pengunduran diri tersebut dan akan menindaklanjuti proses administrasi melalui penerbitan Keputusan Presiden mengenai pemberhentian secara hormat.

Meski demikian, Bank Indonesia menegaskan operasional bank sentral tetap berjalan normal. Seluruh agenda kebijakan moneter, stabilisasi nilai tukar rupiah, sistem pembayaran, serta kebijakan makroprudensial dipastikan tetap dilaksanakan sesuai rencana. BI juga menekankan bahwa mekanisme kepemimpinan yang bersifat kolektif bersama para deputi gubernur diharapkan dapat menjaga kesinambungan kebijakan dan kepercayaan pasar selama masa transisi.(**)

TULIN ONSOI, MP  –  Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tahun 2026, sejumlah siswa SMK Negeri 1 Tulin Onsoi mengikuti proses seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang dilaksanakan di halaman sekolah.

Kegiatan seleksi tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam mempersiapkan generasi muda yang akan dipercaya mengemban tugas kehormatan sebagai pengibar bendera Merah Putih pada upacara peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026 mendatang.

Proses seleksi melibatkan tim dari Unit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yon TP) 881/Baratama Dharma (BD) dan Anggota Polsek Sebuku–Tulin Onsoi. Kehadiran unsur TNI dan Polri dalam proses tersebut menunjukkan adanya sinergi lintas sektor dalam mempersiapkan pasukan pengibar bendera yang tidak hanya memiliki kemampuan baris-berbaris, tetapi juga mempunyai kedisiplinan, ketahanan fisik, kekompakan, tanggung jawab, serta sikap mental yang baik.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Camat Tulin Onsoi, Farhan A. Bonati, S.Pd., M.A.P., yang memberikan perhatian terhadap proses persiapan siswa sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menyongsong peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026.

Seleksi yang berlangsung di halaman SMK Negeri 1 Tulin Onsoi tersebut diikuti oleh para siswa yang telah dipersiapkan untuk menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera. Para peserta tampak mengikuti arahan dan pembinaan dari tim seleksi dengan penuh perhatian.

Dalam proses seleksi, para siswa diarahkan untuk menunjukkan kemampuan dasar yang dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas pengibaran bendera. Kesiapan dalam mengikuti instruksi, ketertiban dalam barisan, kekompakan antarpeserta, serta kesungguhan dalam menjalankan setiap tahapan menjadi bagian penting dari proses penilaian.

Tugas sebagai pasukan pengibar bendera bukan sekadar berdiri dalam barisan dan menjalankan rangkaian gerakan seremonial. Di balik tugas tersebut terdapat tanggung jawab moral dan simbolis yang besar. Bendera Merah Putih merupakan lambang negara sekaligus simbol perjuangan, persatuan, dan kedaulatan bangsa Indonesia. Karena itu, siswa yang nantinya terpilih dituntut mampu menjalankan tugas dengan penuh rasa hormat, disiplin, dan tanggung jawab.

Keterlibatan personel dari unsur TNI dan Polri juga memberikan warna tersendiri dalam proses seleksi. Pengalaman dan kedisiplinan yang dimiliki kedua institusi tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan pembinaan kepada calon anggota pasukan pengibar bendera, khususnya dalam membentuk karakter siswa agar lebih tertib, sigap, dan mampu bekerja secara kolektif.

Lebih dari sekadar persiapan menghadapi upacara kenegaraan, kegiatan seleksi Paskibra memiliki nilai pendidikan karakter bagi para siswa. Melalui proses latihan dan seleksi, para peserta diajarkan mengenai pentingnya disiplin waktu, kepatuhan terhadap aturan, kerja sama, kekompakan, serta rasa tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.

Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan para siswa tidak hanya selama mengikuti kegiatan Paskibra, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Menjadi anggota pasukan pengibar bendera juga merupakan kesempatan bagi para siswa untuk belajar menjadi pribadi yang mampu menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Setiap gerakan dalam barisan harus dilakukan secara seragam dan terkoordinasi. Hal tersebut secara tidak langsung mengajarkan bahwa keberhasilan sebuah tugas sangat bergantung pada kerja sama dan kekompakan seluruh anggota.

Kehadiran Sekretaris Camat Tulin Onsoi, Farhan A. Bonati, S.Pd., M.A.P., dalam kegiatan tersebut mencerminkan perhatian pemerintah kecamatan terhadap persiapan pelaksanaan agenda nasional di wilayah Tulin Onsoi.

Sementara itu, keterlibatan Unit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yon TP) 881/Baratama Dharma (BD)   dan Polsek Sebuku–Tulin Onsoi memperlihatkan pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan lembaga pendidikan dalam membina generasi muda.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan pasukan pengibar bendera yang mampu menjalankan tugas secara maksimal pada upacara peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026.

Bagi SMK Negeri 1 Tulin Onsoi, keikutsertaan siswa dalam proses seleksi tersebut juga menjadi bagian dari upaya menanamkan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air. Para siswa tidak hanya dipersiapkan secara teknis, tetapi juga diharapkan memahami makna penting dari tugas yang akan mereka emban.

Seleksi calon pasukan pengibar bendera menjadi langkah awal sebelum para peserta memasuki tahapan pembinaan dan latihan yang lebih intensif. Mereka yang nantinya dinyatakan terpilih diharapkan mampu menjaga kepercayaan yang diberikan dan menjadi representasi generasi muda Kecamatan Tulin Onsoi dalam momentum bersejarah peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dengan semangat disiplin, kerja keras, dan kebersamaan, para siswa SMK Negeri 1 Tulin Onsoi diharapkan dapat mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menjalankan tugas pada upacara 17 Agustus 2026.

Momentum tersebut nantinya bukan hanya menjadi perayaan tahunan, melainkan juga kesempatan untuk kembali mengenang perjuangan para pahlawan yang telah mengantarkan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan.

Bagi para siswa yang mengikuti seleksi, kesempatan menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab. Di hadapan masyarakat dan seluruh peserta upacara, mereka nantinya akan mengemban tugas penting dalam mengibarkan Sang Merah Putih sebagai simbol kebanggaan dan persatuan bangsa.

Melalui seleksi dan pembinaan yang terarah, diharapkan lahir pasukan pengibar bendera yang tangguh, disiplin, kompak, dan memiliki jiwa nasionalisme tinggi, sehingga mampu melaksanakan tugas dengan penuh kehormatan pada peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tahun 2026 di Kecamatan Tulin Onsoi. (**)

TANJUNG SELOR, MP – Setelah berlangsung lebih kurang 5 hari sejak Minggu (19/7), Retreat Kepala Desa (Kades) se-Kabupaten Bulungan resmi ditutup pada Kamis (23/7) oleh Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si di Aula Benuanta BKPSDM di Jl Agathis, Tanjung Selor. Bupati turut berpesan agar para kepala desa dapat mengajak generasi muda di wilayahnya untuk turut membangun desa, menghindari narkoba serta memastikan tidak ada anak yang putus sekolah.
“Setelah retreat ini, dengan semangat duduk bersama, saya juga berharap bisa ditindaklanjuti di desa masing-masing, libatkan Badan Permusyawaratan Desa, Karang Taruna, Forum Anak, organisasi wanita, para tokoh agama, perwakilan perusahaan, duduk bareng, musyawarah bersama-sama menyusun dan merumuskan APBDes,” pesan Bupati didampingi Sekretaris Daerah, H Risdianto, S.Pi, M.Si. Diingatkan, dengan melibatkan semua phak di desa maka akan ada kepedulian bersama agar segala program kegiatan dalam APBDes dapat berhasil terlaksana.
Ditambahkan, setiap desa diketahui telah memiliki potensi dan inovasi masing-masing. Seperti produksi ayam telur di Desa Tanjung Agung, olah limbah plastik jadi batako di Bunyu Timur, pantai di Mangkupadi, air terjun di Long Peso dan berbagai potensi di 74 desa se-Bulungan, Bupati berharap segenap potensi tersebut dapat terus dioptimalkan untuk meningkatkan pendapatan di desa.
“Kalau misalnya potensi itu sama, bisa terapkan metode ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi) agar produk dari desa di Bulungan dapat bersaing dengan produk serupa dari luar Bulungan,” ujar Bupati.(**)

TANA TIDUNG, MP – Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DSPMD) Kabupaten Tana Tidung bersama Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melaksanakan kunjungan lapangan untuk meninjau lokasi rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Tana Tidung.

Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan awal perencanaan pembangunan guna memastikan kesiapan lokasi yang akan digunakan. Peninjauan difokuskan pada aspek teknis, aksesibilitas, serta kesesuaian lahan dengan persyaratan pembangunan, sehingga pelaksanaan proyek nantinya dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam kegiatan tersebut turut dilibatkan sejumlah perangkat daerah terkait, yakni Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda dan Litbang), Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman (PUPRPKP), serta Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tana Tidung.

Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Tana Tidung dan Kementerian PUPR diharapkan mampu memperkuat proses perencanaan pembangunan Sekolah Rakyat, mulai dari penyiapan lahan hingga pelaksanaan konstruksi. Sinergi lintas sektor tersebut menjadi langkah penting dalam menghadirkan sarana pendidikan yang layak, aman, dan berkualitas bagi masyarakat.

Rencana pembangunan Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi salah satu upaya strategis dalam memperluas akses pendidikan sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Tana Tidung. Kehadiran fasilitas pendidikan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi generasi muda dan mendukung pembangunan daerah di masa mendatang.(**)

Scroll to Top