Berita Populer

Berita Terbaru

TARAKAN

TARAKAN, MP – Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini penyakit,

Puskesmas Gunung Lingkas gencar laksanakan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Kegiatan yang menyasar warga Tarakan ini meliputi pemeriksaan tekanan darah, cek gula darah, kolesterol, serta konsultasi medis langsung dengan dokter.

Kepala Puskesmas Gunung Lingkas, dr. Anis Aprilia, menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan berkala dan data kunjungan pasien, terdapat beberapa penyakit yang paling mendominasi di wilayah Gunung Lingkas.

Penyakit tersebut di antaranya adalah Hipertensi (tekanan darah tinggi), Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dan Diabetes Melitus. “Banyak warga yang tidak sadar bahwa mereka mengidap hipertensi atau diabetes sampai terjadi komplikasi. Lewat cek kesehatan gratis ini, kita bisa menjaring dan mengintervensi lebih awal melalui perubahan pola hidup sehat dan pengobatan rutin,” jelas Anis.

Menurutnya, CKG ini bisa menyasar semua kalangan mulai dari bayi baru lahir hingga lanjut usia (lansia). Untuk bisa melakukan CKG, warga cukup membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP). CKG juga bisa di puskesmas terdekat.

Selain cek gula darah dan kolesterol, dalam CKG ini juga dilakukan screening melalui metode wawancara yang disesuaikan dengan umur.

Jika ditemukan penyakit, bisa direkomendasikan untuk mendapat rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan melalui faskes BPJS-nya.

Anis mengibaratkan kegiatan ini sebagai medical check up. Jadi warga tidak perlu langsung ke rumah sakit. Puskesmas bisa melakukan hal itu. Kecuali bila hasilnya membutuhkan penanganan dokter spesialis, baru dirujuk ke faskes lanjutan.

Selain itu, hasil pemeriksaannya akan masuk dalam rapor kesehatan setiap individu melalui aplikasi untuk CKG tahun depan.

Anis memastikan alat medis pendukung CKG cukup lengkap di puskesmas. Masyarakat cukup datang ke puskesmas jika ingin mengecek kesehatannya.

TARAKAN, MP – Panggung Hiburan Rakyat menjadi penutup seluruh rangkaian Festival Budaya Iraw Tengkayu XV Tahun 2026 yang berlangsung di Taman Berkampung, Minggu (5/7/2026).

Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., beserta istri dan Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is, beserta istri hadir langsung menyaksikan kemeriahan malam hiburan bersama masyarakat.

Beragam penampilan memeriahkan panggung hiburan, di antaranya Fashion Show True You Modeling, Fashion Show Duta Wisata, Fashion Show Wastra, pertunjukan tari-tarian daerah yang menampilkan kekayaan budaya lokal, serta penampilan Band Solfege feat. Yudhin Star yang sukses menghibur masyarakat yang hadir memadati lokasi. (**)

TARAKAN, MP – Festival Iraw Tengkayu yang masuk dalam Kharisma Even Nusantara (KEN), dipastikan akan dilaksanakan setiap tahun oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan.

Wali Kota Tarakan, dr Khairul mengatakan, bentuk dukungan terhadap kebudayaan Ulun Pagun, Festival Budaya Iraw Tengkayu dipastikan akan dilaksanakan setiap tahun.

“Setiap tahun kita laksanakan Iraw Tengkayu, walaupun langit runtuh Iraw Tengkayu dilaksanakan,” kata Khairul, Minggu (5/7/2026) saat memberikan sambutan.

Khairul mengungkapkan, jika sebelumnya pelaksanaan Iraw Tengkayu dilakukan setiap dua tahun sekali, namun sejak 2019 hingga sekarang, festival budaya kebanggaan warga Tarakan ini dilaksanakan setiap tahun.

“Jadi sejak 2019 Iraw Tengkayu sudah dilaksanakan setiap tahun, dan pemerintah kota tetap berusaha agar kegiatan budaya ini berlangsung setiap tahunnya,” tutur Khairul.(**)

TARAKAN, Mandaupost.com – Dinamika internal Partai Kebangkitan Bangsa di Kalimantan Utara memasuki fase krusial. Musyawarah Cabang (Muscab) serentak yang digelar di Tarakan, Kamis (9/4/2026), bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum evaluasi keras sekaligus penentuan arah masa depan partai menghadapi kontestasi politik 2029.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Royal, Tarakan itu secara resmi dibuka oleh Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB, Zainul Munasichin. Muscab diikuti oleh seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari lima kabupaten/kota se-Kalimantan Utara.

Sejak awal, Zainul menegaskan bahwa Muscab kali ini tidak boleh dimaknai sebagai forum seremonial. Ia menyebut forum ini sebagai “ruang operasi” untuk membedah kondisi riil mesin partai di tingkat akar rumput.

“Ibarat mesin kendaraan, kalau sudah dipakai bertahun-tahun pasti ada komponen yang aus. Pertanyaannya, apakah cukup ganti aksesori atau sudah waktunya turun mesin,” ujarnya dengan nada tegas.

Pernyataan itu bukan tanpa makna. Ia secara implisit mendorong keberanian pengurus untuk melakukan perombakan struktural jika ditemukan stagnasi kinerja. Regenerasi, menurutnya, bukan pilihan, melainkan suatu keharusan bagi partai yang ingin tetap relevan.

Dalam arahannya, Zainul juga mengingatkan bahwa ketergantungan pada figur semata-mata adalah jebakan klasik dalam politik. Ia menyentuh tokoh-tokoh besar seperti Soekarno dan Abdurrahman Wahid yang memiliki masa dan zamannya masing-masing.

“Tidak ada tokoh yang abadi. Oleh karena itu, partai harus kuat secara sistem, bukan hanya pada figur,” tegasnya.

Lebih jauh, ia memaparkan perubahan mendasar dalam sistem demokrasi internal PKB. Jika pada periode awal (1999–2009) partai masih menggunakan mekanisme demokrasi liberal “one man one vote”, kini PKB beralih pada pendekatan musyawarah.

Menurutnya, sistem lama terbukti melahirkan friksi internal hingga praktik politik transaksional. Sebaliknya, model musyawarah dianggap mampu menjaga kohesi dan martabat kader.

“Dengan musyawarah, tidak ada yang merasa dikalahkan atau dipermalukan. Semua ditempatkan sesuai kontribusi dan pengabdiannya,” katanya.

Namun, dibalik narasi ideal tersebut, tantangan sesungguhnya justru terletak pada implementasi di lapangan. Musyawarah kerap kali diuji oleh kepentingan lokal, terutama dalam perebutan posisi strategi di DPC.

Menutup Sambutannya, Zainul menekankan bahwa kekuatan partai utama bukan pada logistik, melainkan kepercayaan publik. Ia mengibaratkan kepercayaan sebagai “oksigen” yang menentukan hidup matinya partai politik.

Untuk menjaganya, ia menyampaikan empat mandat utama dari Ketua Umum PKB yang harus dijalankan seluruh kader: politik kehadiran di masyarakat, menjaga kepercayaan, memberikan pelayanan nyata, serta menjadi teladan.

“Banyak partai besar yang tumbang bukan karena kalah strategi, tapi karena kehilangan kepercayaan rakyat. PKB tidak boleh mengulangi kesalahan itu,” tandasnya.

Muscab serentak ini menjadi ujian awal: apakah PKB Kaltara berani melakukan pembenahan secara menyeluruh, atau justru terjebak dalam zona nyaman yang berisiko menggerus kepercayaan publik secara perlahan. (rko)

Scroll to Top