Berita Populer

Berita Terbaru

MUSIK

JAKARTA, MP – Vokalis Oasis, Liam Gallagher, akhirnya buka suara setelah Timnas Inggris gagal melaju ke final Piala Dunia 2026 usai takluk 1-2 dari Argentina pada laga semifinal yang berlangsung di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Amerika Serikat, Kamis, 16 Juli 2026 dini hari WIB.

Sebelumnya, Liam menjadi salah satu publik figur yang paling vokal mendukung perjalanan skuad The Three Lions. Musisi berusia 53 tahun itu bahkan sempat optimistis Inggris mampu mengangkat trofi juara dunia dan berjanji akan menyanyikan lagu ikonik Oasis, “Wonderwall”, bersama para suporter apabila Harry Kane dan kawan-kawan berhasil melaju ke final.

Namun, harapan tersebut pupus setelah Inggris yang sempat unggul lebih dulu melalui Anthony Gordon harus mengakui kebangkitan Argentina yang membalikkan keadaan lewat dua gol di babak kedua.

Tak lama setelah pertandingan usai, Liam menyampaikan reaksinya melalui akun X pribadinya. Pelantun hits “Wonderwall” itu tetap memberikan apresiasi kepada perjuangan skuad Inggris yang berhasil menembus babak empat besar turnamen.

“Salut buat para pemain. Tidak ada satu pun tim yang punya hak yang dijamin Tuhan untuk menjuarai Piala Dunia,” tulis Liam Gallagher.

Liam juga memberikan ucapan selamat kepada Argentina yang sukses memastikan tempat di final untuk ketiga kalinya di era Lionel Messi sebagai kapten tim.

“Selamat untuk Argentina, tim terbaik yang akhirnya keluar sebagai juara. Saatnya melangkah ke depan. LG x,” lanjutnya.

Liam Kritik Gaya Bermain Inggris

Selain memberikan apresiasi kepada para pemain, Liam turut melontarkan kritik terhadap pendekatan permainan Timnas Inggris di bawah pelatih Thomas Tuchel.

Menurut Liam, Inggris masih terlalu mengandalkan pendekatan yang kaku dan penuh perhitungan. Ia menilai para pemain seharusnya diberi ruang lebih untuk bermain lepas dan mengembangkan insting mereka di lapangan.

Komentar tersebut muncul setelah keputusan Tuchel menarik Anthony Gordon, pencetak gol pembuka Inggris, dan menggantinya dengan Ezri Konsa. Pergantian itu dinilai membuat Inggris bermain lebih defensif hingga akhirnya kehilangan momentum dan gagal mempertahankan keunggulan.

“Inggris tidak akan menjuarai Piala Dunia sampai kita punya mental yang lebih cerdik dan tangguh. Itu juga berlaku untuk para pelatih. Sekarang semuanya sudah terlalu teknis. Biarkan anak-anak bermain lebih bebas dan mengembangkan naluri mereka di lapangan,” ujar Liam.

Sementara itu, Argentina akan menghadapi Spanyol pada partai final Piala Dunia 2026. Tim Matador memastikan tiket ke laga puncak setelah menumbangkan Prancis dengan skor 2-0 pada semifinal yang digelar Selasa, 14 Juli 2026.(**)

JAKARTA, MP – Unit progressive metal asal Amerika Serikat, Mastodon, resmi mengumumkan album studio terbaru bertajuk Marrow Deep yang dijadwalkan rilis pada 28 Agustus 2026.

Album ini menjadi karya penuh pertama Mastodon dalam lima tahun terakhir, sekaligus menandai babak baru perjalanan band setelah kepergian vokalis dan gitaris Brent Hinds yang meninggal dunia akibat kecelakaan sepeda motor pada tahun lalu.

Sebagai pemanasan menuju perilisan album, Mastodon lebih dulu melepas fokus trek berjudul “Snakes for Dinner”. Lagu tersebut hadir sebagai kolaborasi spesial bersama Josh Homme, vokalis sekaligus gitaris Queens of the Stone Age, yang turut mengisi vokal dan tampil dalam video musik bergaya komedi horor garapan sutradara Deathcats.

Kolaborasi ini sekaligus menjadi reuni Mastodon dan Josh Homme setelah terakhir kali bekerja sama dalam lagu “Colony of Birchmen” yang dirilis pada 2006 silam.

Marrow Deep juga menjadi penanda era baru Mastodon dengan formasi yang kini dihuni Brann Dailor (drum), Troy Sanders (bass/vokal), Bill Kelliher (gitar), serta diperkuat gitaris baru Nick Johnston dan João Nogueira yang mengisi keyboard serta synthesizer.

Album ini diproduseri bersama oleh Mastodon, Patrik Berger—yang dikenal lewat kolaborasinya dengan Lana Del Rey dan Charli XCX—serta Kurt Ballou (gitaris band Converge). Sementara proses mixing ditangani Andrew Scheps, yang sebelumnya menggarap karya Adele, Black Sabbath, hingga Metallica.

“Saya, Bill, dan Brann sangat bersyukur karena masih punya kesempatan untuk terus melakukan ini. Sekarang kami juga punya anggota-anggota baru yang benar-benar sangat bahagia bisa menjadi bagian dari band ini,” ujar Troy Sanders dalam keterangan resmi yang dikutip dari SPIN Magazine, Selasa, 14 Juli 2026.

“Rasanya benar-benar ajaib. Perasaan itu yang membuat kami selalu bersemangat datang ke latihan band. Suasananya mengingatkan kami pada masa-masa awal Mastodon terbentuk, ketika semua personel sama-sama lapar untuk berkarya, kompak, dan antusias memulai sesuatu yang baru. Kami juga sangat senang mendapat kesempatan untuk menggarap album ini,” lanjutnya.

Daftar Lagu di Album Marrow Deep:

1. “Barbarians Blood”
2. “Poisonous Weapons”
3. “Your Ghost Again”
4. “Snakes for Dinner”
5. “Out Like a Lamb”
6. “In the Ruins”
7. “They’re Coming for You”
8. “Golden Spires”
9. “Moth and Bone”
10. “A Vampire’s Demeanor”
11. “The Vanishing”
12. “The Three Fates” (**)

JAKARTA, MP –  Band pop-punk asal Wales, Neck Deep, dipastikan kembali menjadi salah satu headliner utama di The Sounds Project Vol. 9: Beyond Memories. Pelantun lagu “December” itu dijadwalkan tampil pada hari kedua festival, Sabtu, 8 Agustus 2026, di Ecovention & Ecopark Ancol, Jakarta.

Penampilan tersebut menjadi kali kedua Ben Barlow dan kawan-kawan meramaikan panggung The Sounds Project setelah sebelumnya tampil pada edisi ketujuh pada 2024.

Mengusung tema Beyond Memories, The Sounds Project ingin menghadirkan pengalaman yang tak sekadar menjadi kenangan bagi para penonton. Neck Deep pun dipilih karena dinilai memiliki ikatan emosional yang kuat dengan festival tersebut.

Festival Director The Sounds Project, Gerhana Banyubiru atau akrab disapa Ghana, mengungkapkan bahwa pengalaman tampil di The Sounds Project menjadi salah satu momen paling berkesan bagi Neck Deep sepanjang karier mereka.

“Itu benar-benar di luar ekspektasi kita bahwa Neck Deep tuh jadi Beyond Memories kita juga sebenarnya. Gue sempat ngobrol dengan mereka, dan mereka bilang pengalaman tampil di Sounds Project adalah sesuatu yang sangat sulit dilupakan, makanya dia mau main di Sounds Project lagi,” ungkap Ghana saat diwawancarai Medcom.id di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Selasa, 14 Juli 2026.

Menurut Ghana, konser Neck Deep di The Sounds Project 2024 menjadi salah satu pertunjukan dengan jumlah penonton terbesar yang pernah mereka rasakan.

“Bisa dibilang Sounds Project adalah festival terbesar mereka dua tahun lalu. Waktu itu crowd-nya luar biasa ramai. Mereka bahkan bilang itu menjadi penonton terbesar yang pernah mereka dapatkan, bukan cuma di Indonesia, tapi sepanjang karier mereka,” lanjutnya.

Faktor jadwal tur hingga kesesuaian anggaran juga menjadi alasan kembalinya Neck Deep ke panggung The Sounds Project tahun ini.

“Jadi gue rasa bawa Neck Deep bisa nge-recall memori itu lagi gitu terus kebetulan tanggalnya cocok, budget-nya juga cocok,” kata Ghana seraya tertawa.

Ia juga mengungkapkan bahwa The Sounds Project menjadi satu-satunya festival di Indonesia yang masuk dalam rangkaian tur musim panas Neck Deep tahun ini.

“Neck Deep bahkan festival selama musim panas kayak kalau band luar kan biasanya Summer Festival-nya apa saja nih, di list Summer Festival mereka ternyata cuma Sounds Project doang di Indonesia,” tutup Ghana.

Selain Neck Deep, The Sounds Project Vol. 9: Beyond Memories juga akan menghadirkan dua headliner internasional lainnya, yakni band rock asal Australia JET serta grup psychedelic folk asal Belanda Nusantara Beat yang dikenal memadukan musik modern dengan unsur etnik Indonesia.

Festival yang berlangsung pada 7-9 Agustus 2026 itu juga akan diramaikan sederet musisi papan atas Tanah Air, seperti Tulus, Raisa, Bernadya, Hindia, .Feast, Mahalini, Perunggu, Idgitaf, Alkateri, dan lebih dari 120 penampil lainnya.(**)

JAKARTA,MP – 8 Lagu “Wonderwall” dari band Oasis menjadi sorotan sepanjang gelaran Piala Dunia 2026. Pasalnya, lagu ini secara tidak resmi diadopsi sebagai anthem baru para pendukung Timnas Inggris.

Lagu tersebut diproduksi oleh Owen Morris dan Noel Gallagher untuk album studio kedua Oasis yang bertajuk (What’s the Story) Morning Glory? (1995). Karya yang diciptakan oleh Noel Gallagher ini resmi dirilis pada 30 Oktober 1995.

Makna Lagu “Wonderwall”

Lagu “Wonderwall” menggambarkan perasaan cinta dan keterikatan yang begitu kuat, namun sulit diungkapkan dengan kata-kata. Liriknya menyoroti perjalanan emosional seseorang yang merasa bahwa hanya ada satu orang istimewa yang mampu “menyelamatkan” dirinya dari kesepian serta kebingungan hidup.

Secara keseluruhan, lagu ini merupakan ekspresi romantis tentang menemukan “tembok keajaiban” — seseorang yang menjadi pusat makna, pelindung, sekaligus penyelamat dalam hidup.(**)

Scroll to Top