NUNUKAN, MP – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali melanda wilayah Kabupaten Nunukan. Kali ini, sebuah lahan perkebunan sawit seluas kurang lebih 3 hektare milik warga bernama Pendri (37) di Desa Pagar, Kecamatan Sembakung, hangus terbakar pada Jumat (6/11/2026).
Informasi kebakaran pertama kali diterima oleh personel BPBD Pos Sembakung melalui grup WhatsApp Kolaborasi Siaga Karhutla Sembakung sekitar pukul 11.47 WITA. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim satgas karhutla langsung bergerak cepat menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Berdasarkan keterangan pemilik lahan, api muncul secara tiba-tiba saat ia sedang membersihkan area kebun sawit. Meski sempat diantisipasi dengan alat seadanya, kobaran api dengan cepat merembet akibat tiupan angin dan kondisi lahan yang kering. Sadar api semakin tidak terkendali, pemilik lahan langsung melaporkan kejadian tersebut kepada aparat desa dan warga setempat.
Aksi tanggap darurat segera dilakukan oleh tim satgas gabungan yang berkekuatan penuh. Sebanyak 5 personel BPBD Pos Lumbis, 2 personel BPBD Pos Sembakung, Camat Sembakung beserta 5 anggotanya, 2 anggota Polsek Sembakung, 2 personel Damkarhutla PT Adindo, serta Kepala Desa Pagar bersama 25 warga setempat bahu-membahu menjinakkan api. Tim mengerahkan 1 unit mobil Damkarhutla dan 1 unit mobil supply air dari Pos Lumbis, 1 unit mesin alkon milik PT Adindo, serta 5 unit pompa gendong milik masyarakat.
Setelah perjuangan keras selama lebih dari empat jam, api akhirnya berhasil dipadamkan secara total pada pukul 13.55 WITA, yang kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan (cooling down) hingga pukul 18.07 WITA untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang tersisa.
Gelar Apel di Lokasi Kebakaran, Camat Sembakung Santi Widayat Sampaikan Apresiasi
Segera setelah tim satgas karhutla memastikan api benar-benar padam dan situasi aman, Camat Sembakung, Santi Widayat, S.H., langsung memimpin apel bersama di area bekas kebakaran tersebut. Di tengah kepulan asap yang mulai menipis, beliau memberikan arahan dan apresiasi mendalam kepada seluruh personel yang terlibat.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dedikasi, sinergi, dan kerja keras seluruh tim satgas gabungan—baik dari BPBD, Kepolisian, pihak perusahaan, Pemdes, hingga masyarakat Desa Pagar. Berkat gotong royong yang kuat, bencana ini bisa segera ditanggulangi sebelum meluas ke area yang lebih besar,” ujar Santi Widayat dalam arahannya.
Ia juga meminta Pemerintah Desa Pagar untuk terus melakukan pemantauan intensif di lokasi guna mengantisipasi munculnya kembali titik api (hotspot) tersembunyi.
Kalaksa BPBD Nunukan H. Asmar Imbau Warga Waspada Puntung Rokok
Mengenai penyebab pasti kebakaran, hingga saat ini pihak berwenang masih melakukan penyelidikan. Namun, terdapat dugaan kuat dari pemilik lahan bahwa percikan api pertama kali dipicu oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan.
Merespons kejadian ini, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Nunukan, H. Asmar, S.E., M.AP., memberikan atensi khusus. Ia mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Nunukan, khususnya di daerah rawan seperti Kecamatan Sembakung, untuk meningkatkan kewaspadaan di musim kering ini.
“Kami mengingatkan kembali kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang memicu kebakaran, termasuk tidak membuang puntung rokok sembarangan di area perkebunan atau hutan. Kelalaian kecil seperti membuang puntung rokok yang masih menyala bisa berdampak fatal dan merugikan banyak pihak. Mari bersama-sama kita jaga lingkungan kita dari ancaman Karhutla,” tegas Asmar.
Saat ini situasi di Desa Pagar dinyatakan kondusif, dan pihak Pemdes Pagar terus bersiaga melakukan pengawasan pasca-kebakaran. (**)





