TANJUNG SELOR, MP – TAKE (Transfer Anggaran Kabupaten Berbasis Ekologis) Bulungan Hijau merupakan salah satu program prioritas Pemkab Bulungan. Berupa insentif fiskal/pendanaan khusus dari Pemkab kepada pemerintah desa yang dinilai berkinerja baik dalam menjaga lingkungan hidup, konservasi serta pengelolaan ekologi kelestarian alam.
Bupati, Syarwani, S.Pd pun memaparkan program TAKE dalam tahapan penilaian dan pemberian penghargaan Innovative Government Award (IGA) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri. Paparan berlangsung di Ruang Rapat Bappeda dan Litbang Bulungan pada Kamis (5/11).
”Program ini merupakan skema transfer anggaran inovatif yang dirancang untuk menjawab tantangan keterbatasan Dana Desa, sekaligus memotivasi pemerintah desa agar menunjukkan hasil nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Bupati.
Komitmen pembiayaan program TAKE direalisasikan secara konsisten melalui peningkatan alokasi anggaran dari tahun ke tahun. Tercatat, anggaran TAKE Bulungan Hijau digelontorkan sebesar Rp4 miliar pada 2023, meningkat menjadi Rp5 miliar pada 2024, hingga mencapai Rp7 miliar pada 2026. Seiring dengan peningkatan anggaran tersebut, jumlah pemerintahan desa penerima program juga mengalami lonjakan signifikan dari 33 desa pada 2023 menjadi 45 desa pada 2026.
Kebijakan strategis ini tidak hanya berjalan secara sporadis, melainkan diperkuat melalui landasan hukum Peraturan Bupati Bulungan Nomor 39 Tahun 2022. Pemerintah daerah juga membentuk kelompok kerja lintas perangkat daerah, akademisi, hingga media massa untuk memastikan kolaborasi berjalan optimal.
Pelaksanaan dan pemantauan program ini turut didukung oleh aplikasi digital dengan 6 kriteria dan 24 indikator penilaian—mulai dari pengelolaan sampah, tutupan vegetasi, hingga pertanian berkelanjutan—sehingga insentif fiskal yang diterima desa benar-benar terukur berdasarkan kinerja ekologisnya.
Melalui pendekatan ini, Pemkab Bulungan sukses membuktikan bahwa pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan dapat berjalan seiring.
”Berdasarkan data evaluasi, inovasi ini terbukti mampu mendongkrak jumlah desa maju dari 21 menjadi 22 desa, meningkatkan desa mandiri dari 11 menjadi 13 desa, serta menaikkan Indeks Kualitas Lingkungan Kabupaten Bulungan dari 78,9 pada 2024 menjadi 86,23 pada 2025,” ungkap Bupati.
Dengan tata kelola yang aplikatif dan kolaboratif, konsep TAKE Bulungan Hijau dinilai sangat potensial untuk direplikasi oleh kabupaten dan daerah lain di Indonesia, khususnya di wilayah Pulau Kalimantan.(**)





