SAMARINDA, MP – Kondisi terkini Terminal Bus Sungai Kunjang Samarinda (Tipe B) cukup memprihatinkan, bahkan menghadapi tantangan operasional dan rencana pembenahan.
“Berapa lama sudah terminal bus kita ini Pak Yus?” tanya Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud, saat meninjau Terminal Sei (Sungai) Kunjang, Jalan Untung Surapati Samarinda, Selasa 3 November 2026.
“Tahun 1989 diresmikan Pak Gubernur. Jadi terminal ini sudah beroperasi sekitar 35 tahun lebih pak,” jawab Kepala Dinas Perhubungan Kaltim Yusliando.
Terminal Tipe B ini beroperasi melayani bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dengan rute Samarinda-Balikpapan, serta trayek ke daerah seperti Kutai Kartanegara (Kota Bangun, Muara Kaman, Kembang Janggut) dan Kutai Barat (Bongan, Melak).
Diakui Gubernur, kondisi fisik terminal cukup memprihatinkan dan terlihat agak kumuh, kurang tertata, dan beberapa fasilitasnya tidak berfungsi optimal.
Terminal Sungai Kunjang yang memiliki luas lahan sekitar 1,3 hektar masuk dalam perencanaan pembangunan ulang (revitalisasi), namun terkendala kondisi fiskal daerah dan efisiensi anggaran oleh pusat.
‘Aset bapak ini segera diperbaiki, dirapikan dan bangunan yang tidak perlu segera dibongkar,” pinta Gubernur.
Beberapa fasilitas yang harus dibenahi segera menurut orang nomor satu Benua Etam itu, adalah kantor dan ruang operator, serta ruang tunggu penumpang.
“Ruang tunggu ini harus nyaman dan modern pak. Ya minimal ruangan tertutup ber-AC dan disediakan televisi. Ini kan bagian dari pelayanan publik,” tegasnya.
Selain itu, kantin (kios-kios) pedagang diperluas dan infrastruktur terminal, seperti jalan dan tempat parkir bus dalam kawasan terminal agar diaspal.
“Jalanan di terminal ini perbaiki saja ya Pak Iing. Paling tidak sampai 3 milyar,” perintah Gubernur kepada Kepala Dinas PUPR Kaltim H Irhamsyah.
Koordinator Pengawas Termimal Sungai Kunjang Eko Novianto menyebutkan jumlah keberangkatan bus pada hari normal berkisar 20 hingga 35 unit per hari.
Sebelumnya Gubernur Rudy Mas’ud juga mengunjungi Terminal Lempake. Kondisinya hampir serupa dengan terminal-terminal lain milik Pemprov Kaltim yang kurang terurus.





