Pengaliran gas perdana dari Sumur JNE#6 tersebut menjadi tambahan pasokan energi dengan kapasitas sekitar 60 juta kaki kubik standar per hari (Million Standard Cubic Feet per Day/MMSCFD). Pasokan gas akan ditingkatkan secara bertahap seiring pengembangan Lapangan Maha hingga mencapai total 290 MMSCFD.
Bahlil menyampaikan, pengembangan Sumur JNE#6 dan Lapangan Maha menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan produksi gas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia.
“Sumur yang ada di Jangkrik ada penambahan 30 MMSCFD dan Blok Maha sekitar 260 MMSCFD. Dan hari ini baru saja kita resmikan,” ujar Bahlil setelah peresmian di Balikpapan.
Pengembangan Lapangan Maha yang terintegrasi dengan Floating Production Unit (FPU) Jangkrik diproyeksikan meningkatkan kapasitas produksi fasilitas tersebut hingga 750 MMSCFD pada 1 November 2026. Proyek ini dikelola melalui kerja sama antara Eni Indonesia dan Petronas, dengan nilai investasi mencapai 841 juta dolar AS atau sekitar Rp15,17 triliun.
Selain meningkatkan pasokan gas, proyek tersebut juga memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja yang diperkirakan mencapai 700 orang.
Dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Kalimantan Timur, Bahlil turut meninjau kegiatan survei seismik 3D/4D Deepwater Kutai Basin menggunakan Kapal Sovereign. Survei yang mencakup kawasan seluas sekitar 12.000 kilometer persegi tersebut menjadi salah satu langkah eksplorasi untuk menemukan potensi cadangan minyak dan gas bumi baru.
Pemerintah berharap kegiatan eksplorasi tersebut dapat mendukung peningkatan produksi migas nasional pada 2028–2029, termasuk melalui pengembangan potensi kondensat dan sumber daya energi lainnya.
“Kita doakan eksplorasi ini bisa berkembang terus untuk mendapatkan cadangan-cadangan minyak baru, terlebih di Kaltim,” kata Bahlil.
Lebih lanjut, pemerintah juga berencana mendorong pembangunan industri petrokimia di Kalimantan Timur, seperti amoniak, amoniak biru (blue ammonia), metanol, dan produk turunan lainnya. Industri tersebut diharapkan dapat memanfaatkan pasokan gas dari FPU Jangkrik sebagai bahan baku untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.
Bahlil menegaskan, upaya peningkatan produksi dan pemanfaatan sumber daya energi akan terus dilakukan untuk mendukung target kemandirian energi nasional.
“Kita hari ini terus berupaya mencari potensi-potensi energi untuk menuju swasembada energi,” pungkasnya.
(**)





