SAMARINDA, MP – Berdasarkan hasil uji petik kunjungan kerja lapangan yang dilakukan oleh Pansus Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah( LLPADS ) DPRD Kalimantan Timur terkait monitoring infrastruktur KEK Maloy, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK).
Pansus menekankan pentingnya pembentukan Badan Pengelola (BP) KEK Maloy yang diisi oleh kalangan profesional dan berpengalaman. Kehadiran badan ini krusial karena perjanjian kerja sama operasional dengan pihak ketiga atau investor swasta hanya dapat diteken secara resmi oleh BP KEK Maloy, agar kawasan Ini bisa bermanfaat lebih untuk menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) khususnya untuk bisa masuk kedalam Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah (LLPADS).
Dalam kunjungan kali Ini, pansus LLPADS terus mendorong agar pengelolaan bisnis kawasan industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) Ini dapat berjalan optimal serta profesional Agar Bisa menyumbang PAD.
Mengenai Pelabuhan Maloy Pansus berharap pelabuhan Ini dapat dimaksimalkan secara penuh untuk kegiatan logistik, berperan sebagai infrastruktur utama untuk memfasilitasi pengiriman seperti komoditas minyak sawit mentah (CPO) dan produk pangan hasil hilirisasi kelapa sawit serta Melayani arus bongkar muat logistik dan distribusi bahan baku industri lain di kawasan KEK MBTK, termasuk pengolahan kayu, mineral, batubara, hingga gas bumi.
Setelah Meninjau pelabuhan di kawasan (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK)
Pansus (LLPADS) Juga melakukan peninjauan ke Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Maloy (Intake Maloy) Pansus berharap proyek utilitas air bersih ini bisa diprioritaskan untuk memastikan pasokan air bersih stabil. adapun Kesiapan SPAM sangat krusial, bukan hanya untuk menyuplai tenant di dalam KEK Maloy, melainkan juga untuk menjawab krisis air bersih bagi masyarakat pesisir di sekitar kecamatan Kaliorang dan Sangkulirang.(**)





