Batik Lulantatibu Naik Panggung, Generasi Muda Nunukan Unjuk Kreativitas

NUNUKAN, MP – Semarak rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Nunukan semakin meriah dengan digelarnya lomba fashion show menggunakan Batik Lulantatibu di Ruang Terbuka Publik (RTP), Selasa (6/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang bagi generasi muda untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkenalkan Batik Lulantatibu sebagai salah satu kekayaan kerajinan dan identitas budaya Kabupaten Nunukan.

Lomba fashion show diikuti peserta dari berbagai jenjang, mulai dari tingkat SD putra dan putri, SMP putra dan putri, hingga kategori SMA/umum putra dan putri.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Nunukan, Ita Israwati, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga bagian dari upaya memperkenalkan dan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap produk kerajinan lokal.

“Fashion show ini kita laksanakan untuk memberikan ruang kepada anak-anak dan generasi muda untuk berkreasi sekaligus mengenalkan Batik Lulantatibu. Kami ingin masyarakat semakin mengenal bahwa Nunukan memiliki produk budaya dan kerajinan yang memiliki nilai serta ciri khas tersendiri,” ujar Ita.

Menurutnya, keterlibatan peserta dari berbagai kelompok usia menunjukkan bahwa pengenalan Batik Lulantatibu dapat dilakukan sejak dini. Dengan demikian, keberadaan batik lokal diharapkan tidak hanya dikenal sebagai kain atau pakaian, tetapi juga menjadi bagian dari gaya dan kreativitas generasi muda.

“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa menumbuhkan rasa bangga menggunakan produk daerah. Anak-anak dan generasi muda adalah bagian penting dalam menjaga keberlanjutan budaya kita,” katanya.

Ita menambahkan, momentum HUT ke-27 Kabupaten Nunukan juga menjadi kesempatan untuk memperluas promosi produk ekonomi kreatif daerah. Melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung, produk kerajinan lokal diharapkan semakin dikenal, baik di tingkat daerah maupun lebih luas.

“Harapannya, Batik Lulantatibu semakin dikenal dan semakin banyak masyarakat yang menggunakan serta mendukung produk lokal. Ke depan, kami ingin kegiatan seperti ini terus dikembangkan sehingga dapat menjadi salah satu wadah promosi bagi para perajin dan pelaku ekonomi kreatif di Nunukan,” jelasnya.

Dalam perlombaan tersebut, peserta menampilkan kreasi busana berbahan Batik Lulantatibu dengan penilaian yang menghasilkan juara pada masing-masing kategori.

Ita berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda yang terus dikembangkan dalam rangka memperkuat promosi budaya dan ekonomi kreatif Kabupaten Nunukan.

“Semoga ke depan semakin banyak anak muda yang tertarik dengan batik dan kerajinan daerah. Bukan hanya memakai, tetapi juga ikut mengenalkan dan mengembangkan produk lokal sehingga Batik Lulantatibu bisa semakin dikenal sebagai salah satu kebanggaan Kabupaten Nunukan,” pungkasnya.(**)

Share :

Berita Terkait

Populer Post

Recent Post

Scroll to Top