NUNUKAN, MP – Pemerintah Kabupaten Nunukan meresmikan penyaluran perdana Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) PT Sembakung Harapan Jaya, yang berlokasi di Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan, Selasa (6/10/2026).
Peresmian yang sekaligus menandai dimulainya operasional SPBUN pertama bagi nelayan di Kabupaten Nunukan tersebut dilakukan oleh Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Iwan Kurniawan, yang mewakili Bupati Nunukan.
Dalam sambutan Bupati Nunukan yang dibacakan Pj. Sekda Iwan Kurniawan, Pemerintah Kabupaten Nunukan menyampaikan apresiasi kepada PT Sembakung Harapan Jaya yang telah menghadirkan fasilitas pengisian BBM khusus nelayan di wilayah Nunukan Selatan.
Menurutnya, ketersediaan BBM menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menunjang aktivitas dan mata pencaharian nelayan sehari-hari.
“SPBU ini bukan sekadar tempat mengisi BBM bagi para nelayan. BBM adalah bagian penting dari kehidupan dan pekerjaan sehari-hari. Mau melaut perlu BBM, mau mencari ikan lebih jauh juga perlu BBM. Ketika akses BBM menjadi lebih mudah, secara langsung hal ini sangat membantu para nelayan dalam menjalankan usahanya,” ungkapnya, Selasa (6/10/2026).
Iwan menjelaskan, Kabupaten Nunukan memiliki wilayah yang luas dengan masyarakat yang sebagian menggantungkan kehidupan pada sektor kelautan dan perikanan.
Karena itu, kehadiran SPBUN diharapkan dapat membuat distribusi BBM bagi nelayan menjadi lebih tertata, mudah diakses, serta tepat sasaran.
Ia juga meminta pengelola SPBUN untuk menjadikan pelayanan kepada nelayan sebagai prioritas dengan mengedepankan transparansi dan ketentuan yang berlaku.
“Saya minta agar pelayanan kepada nelayan benar-benar menjadi perhatian dan prioritas yang paling utama. Layani para nelayan dengan baik, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Selain itu, Iwan mengajak masyarakat nelayan untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas tersebut sesuai dengan peruntukannya. Menurutnya, sinergi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan manfaat fasilitas dapat dirasakan secara berkelanjutan.
“Pemerintah punya program, dunia usaha punya investasi, dan masyarakat punya peran untuk menjaga serta memanfaatkan fasilitas tersebut dengan baik. Kalau tiga hal ini bisa berjalan bersama, manfaatnya akan kembali kepada masyarakat,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Nunukan berharap keberadaan SPBUN dapat terus dikembangkan dan ditambah di wilayah lain yang membutuhkan.
Kemudahan akses BBM diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas nelayan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat pesisir.
Mewakili Direktur PT Sembakung Harapan Jaya, Heriyanto dalam laporannya menyampaikan bahwa kehadiran SPBUN tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan untuk membantu menjawab tantangan yang selama ini dihadapi para nelayan.
Ia mengatakan, bahan bakar merupakan bagian penting dalam aktivitas nelayan untuk melaut. Sebelumnya, keterbatasan pasokan dan akses BBM yang relatif jauh kerap menjadi kendala operasional yang berdampak pada waktu dan biaya.
“Melalui peresmian ini, kami berharap SPBU Nelayan dapat menyalurkan bahan bakar dengan kualitas terjamin, harga resmi, dan pasokan yang stabil. Dengan akses BBM yang lebih mudah, kami berharap para nelayan dapat melaut dengan lebih tenang dan efisien serta membawa pulang hasil tangkapan maupun hasil budidaya rumput laut,” ujarnya.
Heriyanto juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Nunukan atas dukungan, bimbingan, dan fasilitasi perizinan, serta kepada PT Pertamina (Persero) atas kemitraan dan kepercayaan yang diberikan.
Apresiasi juga disampaikan kepada tokoh masyarakat, warga nelayan, serta para penyuluh perikanan yang turut membantu dalam kelengkapan dokumen dan pendataan nelayan.
“Kepada seluruh tim manajemen dan staf operasional SPBU Nelayan PT Sembakung Harapan Jaya, saya tekankan untuk selalu mengedepankan pelayanan yang ramah, transparan, serta menjaga standar keselamatan (safety) kerja yang tinggi,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Nunukan dalam sambutannya yang dibacakan Ari Hartadi menyampaikan bahwa Kabupaten Nunukan memiliki potensi kelautan dan perikanan tangkap yang besar.
Namun, potensi tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain aksesibilitas, kepastian pasokan, serta stabilitas harga BBM yang digunakan nelayan untuk melaut.
Dengan hadirnya SPBUN tersebut, rantai distribusi BBM diharapkan menjadi lebih pendek. Nelayan dapat memperoleh alokasi solar dan Pertalite subsidi sesuai ketentuan, dengan lokasi pengisian yang lebih dekat dengan tempat kapal bersandar.
“Kehadiran SPBUN ini diharapkan mampu menekan biaya operasional melaut secara signifikan, meningkatkan kesejahteraan nelayan, sekaligus menjadi bagian dari upaya penegasan dan pengawasan penyaluran BBM bersubsidi,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.
Untuk memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran, Dinas Perikanan Kabupaten Nunukan juga mengingatkan nelayan agar melengkapi dan memperbarui dokumen yang dipersyaratkan.
Nelayan yang membutuhkan surat rekomendasi dapat berkoordinasi dengan penyuluh perikanan maupun Dinas Perikanan.
Pemerintah daerah memastikan proses pengurusan dilakukan secara transparan dan tanpa dipungut biaya.
Dinas Perikanan juga meminta pengelola SPBUN menjalankan tata kelola distribusi secara transparan dan akuntabel, mengutamakan keselamatan, serta mencegah terjadinya praktik penyelewengan.
Kepada para nelayan, Dinas Perikanan mengimbau agar BBM bersubsidi dimanfaatkan secara bijak dan sesuai peruntukan, khususnya untuk mendukung kegiatan penangkapan ikan dan usaha kelautan lainnya sesuai ketentuan.
Pengawasan dan pembinaan di lapangan akan terus dilakukan untuk memastikan operasional SPBUN berjalan tertib dan kondusif.
Perwakilan PT Pertamina (Persero), Kepala SBM Kaltim-Kaltara V (4) Fuel, Nabila Iman Barika, turut menyampaikan apresiasi atas peresmian SPBUN tersebut.
Ia menyampaikan bahwa keberadaan SPBUN bagi nelayan diharapkan dapat membantu mengakomodasi kebutuhan bahan bakar masyarakat nelayan di Kabupaten Nunukan.
Peresmian ditandai dengan pelepasan balon dan pengguntingan pita sebagai tanda dimulainya pengoperasian SPBUN PT Sembakung Harapan Jaya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimcam Nunukan Selatan, perwakilan Kecamatan Nunukan Selatan, Lurah Tanjung Harapan, perwakilan PT Pertamina (Persero), pimpinan PT Sembakung Harapan Jaya, pimpinan Cabang Bank Mandiri Nunukan, para ketua kelompok nelayan, tokoh masyarakat, serta warga nelayan setempat.
Dengan beroperasinya SPBUN tersebut, Pemerintah Kabupaten Nunukan berharap akses BBM bagi nelayan semakin mudah, penyaluran subsidi semakin tepat sasaran, dan biaya operasional melaut dapat ditekan sehingga turut mendukung peningkatan produktivitas serta kesejahteraan masyarakat nelayan di Kabupaten Nunukan. (**)





