Pentas Budaya HUT ke – 27 Kabupaten Nunukan, Tari Batak Suguhkan Pesan Kasih Sayang dan Pengorbanan

NUNUKAN, MP – Kekayaan budaya masyarakat di Kabupaten Nunukan turut mewarnai rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 27 Kabupaten Nunukan. Beragam kesenian tradisional dari sejumlah etnis ditampilkan di Ruang Terbuka Publik (RTP) Paras Perbatasan, Senin (5/10/2026).

Salah satu penampilan yang menarik perhatian adalah tari tradisional Batak, yang mengangkat nilai kasih sayang, penghormatan dan pengorbanan seorang anak kepada ibu. Melalui gerakan tari yang sarat makna, penampilan tersebut menggambarkan hubungan emosional dalam keluarga sekaligus penghormatan terhadap sosok ibu.

Tarian Batak tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan melestarikan budaya yang hidup di tengah masyarakat Nunukan. Pesan yang disampaikan melalui tarian juga mengingatkan pentingnya menghargai jasa dan kasih sayang orang tua dalam kehidupan keluarga.

Selain etnis Batak, rangkaian penampilan budaya juga memperkenalkan sejumlah kesenian tradisional dari etnis lainnya yang ada di Kabupaten Nunukan. Etnis Banjar menampilkan Tari Paris Barantai yang mengangkat kisah cinta, kerinduan serta kehidupan masyarakat Banjar. Etnis Mandar mempersembahkan Tari Kecapi Mandar yang memadukan gerakan tari dengan iringan kecapi sebagai bagian dari warisan budaya masyarakat Mandar.

Sementara itu, etnis Gorontalo memperkenalkan Tari Molipu Tiopo, tarian tradisional yang menggambarkan kegiatan petani dalam memetik kapas serta menghormati tradisi leluhur.

Keberagaman penampilan tersebut menjadi gambaran bahwa Kabupaten Nunukan dihuni oleh masyarakat dengan latar belakang budaya yang beragam. Perbedaan etnis dan tradisi tersebut menjadi bagian dari kekayaan budaya daerah yang terus dirawat dalam semangat kebersamaan dan persaudaraan.(**)

Share :

Berita Terkait

Populer Post

Recent Post

Scroll to Top