COMO, MP – Allenatore Cesc Fabregas meminta Como 1907 tidak terlena setelah mengawali kiprah mereka di Liga Champions 2026/2027 dengan kemenangan telak 4-1 atas RB Leipzig di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Kamis (10/9) dini hari WIB.
Kemenangan tersebut menjadi pembuka sempurna bagi Como dalam perjalanan bersejarah mereka di kompetisi antarklub elite Eropa. Empat gol Como dicetak pemain yang musim lalu menjadi bagian dari skuad mereka, yakni Martin Baturina, Tasos Douvikas, Assane Diao, dan pemain pengganti Maxi Perrone.
Como menjadi satu-satunya klub Italia yang meraih kemenangan di Liga Champions pada matchday pertama. Namun, Fabregas menegaskan timnya tidak boleh terlalu lama merayakan hasil tersebut.
“Kami harus tetap tampil setiap tiga hari dengan mentalitas yang tepat,” kata Fabregas kepada Sky Sport Italia.
Pelatih asal Spanyol itu bahkan mengaku kegembiraannya atas kemenangan bersejarah tersebut hanya akan bertahan sebentar. Como sudah ditunggu pertandingan Serie A melawan Parma pada Senin mendatang.
“Saya senang, tetapi itu hanya akan berlangsung lima menit karena kemudian kami harus bersiap menghadapi Parma pada Senin. Kami membutuhkan energi yang sama seperti malam ini,” ujar Fabregas.
Serie A Tetap Jadi Prioritas
Fabregas mengakui keberhasilan Como menaklukkan Leipzig merupakan malam bersejarah bagi klub dan kota. Namun, ia mengingatkan bahwa Serie A tetap menjadi prioritas karena kompetisi tersebut menjadi jalan bagi Como untuk kembali tampil di Liga Champions.
“Kami adalah tim muda yang mendapatkan dorongan dari energi Liga Champions. Namun, saya akan sangat marah jika setelah itu kami tidak memberikan segalanya di Serie A,” tegasnya.
Menurut Fabregas, Como harus mampu menjaga konsistensi karena musim ini mereka akan menghadapi jadwal padat. Ia meminta para pemain tetap rendah hati dan mempertahankan mentalitas yang tepat.
“Kami harus rendah hati dan mampu tampil setiap tiga hari. Ini akan menjadi musim yang sangat sulit dan kami harus mempertahankan mentalitas yang tepat,” imbuhnya.
Kemenangan atas Leipzig juga menjadi kemenangan ketiga beruntun Como setelah sebelumnya menaklukkan Napoli dan Genoa.
Fabregas Puji Baturina
Martin Baturina tampil menonjol dalam kemenangan atas Leipzig. Ia mencetak satu gol sekaligus memberikan satu assist untuk Como.
Fabregas mengatakan dirinya memberikan kebebasan kepada Baturina untuk menemukan ruang dan memaksimalkan kemampuannya.
“Saya percaya kepada Martin dan mencoba memberinya kebebasan untuk menemukan ruang yang tepat dengan menggunakan bakatnya,” kata Fabregas.
Ia menjelaskan teriakannya dari pinggir lapangan kepada para pemain bukan semata-mata bentuk kemarahan. Menurut Fabregas, hal tersebut merupakan upayanya memberikan dorongan energi tambahan kepada pemain yang memiliki kemampuan.
“Setiap kali saya berteriak dari pinggir lapangan kepada pemain, itu karena mereka memiliki bakat dan saya hanya perlu memberi mereka dorongan energi tambahan,” ujarnya.
Harus Mampu Beradaptasi
Fabregas juga menyoroti kemampuan Como mengontrol pertandingan setelah unggul 3-0. Leipzig kemudian mengubah sistem permainan dengan membangun serangan melalui tiga pemain plus satu, memanfaatkan sisi sayap dan mengandalkan kekuatan fisik.
Como memilih bermain lebih terkontrol karena para pemain mulai kelelahan. Fabregas menilai keputusan tersebut penting untuk menjaga keunggulan.
“Biasanya saya akan mendorong tim untuk mencetak gol keempat, tetapi ini adalah level Liga Champions. Ketika mereka mencetak gol menjadi 3-1, pertandingan belum selesai,” jelasnya.
Menurut dia, Como harus mampu beradaptasi ketika menghadapi situasi berbeda, terutama saat lawan mulai mengambil kendali permainan.
“Inilah mengapa kami harus mampu beradaptasi dalam berbagai situasi, terutama menghadapi tim yang pada momen tertentu bermain lebih baik daripada kami,” tutur Fabregas.
Como Masih Berproses
Perjalanan Como hingga tampil di Liga Champions terbilang luar biasa. Fabregas mengambil alih tim pada Desember 2023 ketika Como masih berada di posisi keenam Serie B.
Setelah berhasil membawa klub berkembang, Como melakukan investasi besar pada bursa transfer musim panas. Namun, Fabregas menilai skuadnya masih membutuhkan waktu untuk mencapai performa terbaik.
“Kami masih dalam proses karena memiliki banyak pemain baru. Mereka masih sedikit kehilangan arah dalam beberapa pergerakan. Kami perlu membenahi terutama saat bertahan,” ungkapnya.
Fabregas menyebut Como memiliki sekitar sembilan pemain baru di lini pertahanan dan membutuhkan waktu untuk menyatukan mereka.
Ia juga mengingatkan pentingnya kesabaran terhadap pemain muda, termasuk Assane Diao yang musim lalu absen selama sembilan bulan akibat cedera.
“Banyak dari mereka masih sangat muda dan akan berkembang setiap tahun. Dibutuhkan kesabaran, dan tidak banyak kesabaran dalam sepak bola,” pungkas Fabregas.(**)





