Dinkes P2KB Nunukan Ingatkan Warga, Kabut Asap Bisa Ganggu Kesehatan

NUNUKAN, MP – Kabut asap yang menyelimuti wilayah Kabupaten Nunukan menjadi perhatian serius bagi kesehatan masyarakat.

Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Nunukan pun mengingatkan warga untuk lebih berhati-hati dan melindungi diri serta keluarga dari paparan asap.

Melalui imbauan yang disampaikan kepada masyarakat, Dinkes P2KB Kabupaten Nunukan mengingatkan bahwa kabut asap dapat mengganggu kesehatan siapa saja.

Paparan asap dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung dan tenggorokan.

Selain itu, masyarakat juga berpotensi mengalami batuk, pilek hingga sesak napas.

Bagi warga yang memiliki riwayat penyakit tertentu, kabut asap juga perlu menjadi perhatian khusus karena dapat memperparah kondisi asma, bronkitis dan penyakit paru lainnya.

Dalam imbauan tersebut juga disebutkan bahwa paparan asap dapat meningkatkan risiko penyakit jantung serta berisiko bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, anak-anak dan lansia.

Karena itu, Dinkes P2KB Kabupaten Nunukan mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika kondisi kabut asap masih terjadi.

Masyarakat juga dianjurkan untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, khususnya saat kabut asap semakin tebal. Jika tidak memiliki keperluan mendesak, warga disarankan mengurangi paparan langsung terhadap udara yang tercemar asap.

Untuk menjaga kualitas udara di dalam rumah, warga juga diminta menutup pintu dan jendela dengan rapat agar asap dari luar tidak mudah masuk ke dalam ruangan.

Selain melindungi diri dari paparan asap, menjaga kondisi tubuh juga menjadi hal penting.

Masyarakat dianjurkan memperbanyak minum air putih, mengonsumsi makanan bergizi dan beristirahat dengan cukup.

“Kabut asap dapat mengganggu kesehatan kita semua. Lindungi diri, keluarga dan lingkungan demi Nunukan yang sehat,” menjadi pesan yang disampaikan Dinkes P2KB Kabupaten Nunukan kepada masyarakat, Minggu (30/08/2026).

Bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan, batuk yang terus-menerus atau sesak napas, diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Dinkes juga mengingatkan bahwa upaya menghadapi kabut asap tidak hanya dilakukan dengan melindungi kesehatan, tetapi juga harus dimulai dari pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

“Asap tidak hanya mengganggu, tetapi juga membahayakan. Cegah kebakaran hutan dan lahan, jangan membuka lahan dengan cara membakar,” demikian pesan dalam imbauan tersebut.

Imbauan ini sejalan dengan kondisi kabut asap yang menjadi perhatian di Nunukan.

Berdasarkan pemberitaan terbaru, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap, terutama kelompok rentan dan mereka yang banyak beraktivitas di luar ruangan. (**)

Share :

Berita Terkait

Populer Post

Recent Post

Scroll to Top