Camat Buka Secara Resmi Kegiatan Pencegahan Stunting dan Orientasi Kader TPK Tahun 2026 di Sebatik Barat

SEBATIK BARAT, MP – Camat Sebatik Barat secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Pencegahan Stunting sekaligus Orientasi Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) Tahun 2026, yang diselenggarakan oleh Penyuluh Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Sebatik Barat. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Sebatik Barat, Rabu, 19/8/2026.

Dalam sambutannya, Camat Sebatik Barat menegaskan bahwa penurunan angka stunting merupakan prioritas utama pembangunan di tingkat kecamatan, mengingat dampak jangka panjang yang ditimbulkan terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan.

“Stunting bukan hanya masalah kesehatan semata, melainkan masalah kemanusiaan dan pembangunan yang harus kita selesaikan bersama. Peran kader TPK sangat strategis sebagai ujung tombak di lapangan untuk menjangkau setiap keluarga, memberikan pemahaman gizi seimbang, pola pengasuhan yang baik, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin bagi ibu hamil dan balita,” ujar nya.

Lebih lanjut, Sawaludin berharap setelah mengikuti orientasi ini, para kader TPK memiliki pemahaman yang seragam, kemampuan yang memadai, dan langkah kerja yang terarah dalam mendampingi keluarga sasaran secara berkelanjutan di wilayah masing-masing desa.

Kegiatan ini diprakarsai dan diselenggarakan oleh tim Penyuluh KB Kecamatan Sebatik Barat, yang turut menyampaikan materi teknis mengenai tugas, fungsi, serta mekanisme pelaksanaan pendampingan keluarga dalam rangka percepatan penurunan angka stunting pada tahun 2026. Para peserta yang hadir terdiri dari kader TPK se-Kecamatan Sebatik Barat, perwakilan desa, tenaga kesehatan, serta unsur terkait lainnya.

Suryani, SE selaku Penyuluh KB Sebatik Barat menyampaikan bahwa orientasi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, memperkuat kapasitas kader, dan membangun komitmen bersama agar setiap kader dapat melaksanakan tugas pendampingan dengan tepat sasaran, terukur, dan akuntabel. Fokus pendampingan diarahkan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), mulai dari masa kehamilan hingga balita usia dua tahun, yang merupakan masa kritis pencegahan stunting.

“Kader adalah mitra terdekat masyarakat. Melalui orientasi ini, kami ingin memastikan setiap kader paham apa yang harus disampaikan dan bagaimana cara mendampingi keluarga agar perubahan perilaku tercapai dan angka stunting di Sebatik Barat dapat terus menurun,” ungkap salah satu Penyuluh KB.

Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat, diisi penyampaian materi, diskusi interaktif, Diharapkan melalui kegiatan ini, sinergi antara pemerintah kecamatan, penyuluh KB, tenaga kesehatan, dan kader semakin erat, sehingga target penurunan angka stunting di Kecamatan Sebatik Barat pada tahun 2026 dapat tercapai sesuai harapan bersama. (**)

Share :

Berita Terkait

Populer Post

Recent Post

Scroll to Top