Paskibraka Nunukan Masuk Tahap Akhir, Latihan Dipadatkan Jelang HUT RI ke-81

NUNUKAN, MP — Persiapan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Nunukan untuk pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terus dimatangkan.

Hingga Selasa, 11 Agustus 2026, seluruh rangkaian latihan berjalan sesuai target yang telah ditetapkan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Nunukan.

Kepala Kesbangpol Kabupaten Nunukan, Hasan Basri, mengatakan para calon Paskibraka saat ini telah memasuki tahap Training Center (TC) yang dimulai sejak 4 Agustus 2026.

Setelah menjalani latihan lebih dari sepekan, mereka dijadwalkan menyelesaikan TC pada 15 Agustus mendatang.

“Untuk persiapan Paskibraka Kabupaten Nunukan hingga hari ini sudah cukup bagus. Kita sudah mulai memasuki TC pada tanggal 4 Agustus, jadi sudah satu minggu lebih mereka berlatih dan insyaallah tanggal 15 akan berakhir,” ujar Hasan Basri, Jumat (14/08/2026)..

Setelah TC berakhir, para anggota Paskibraka akan diberikan waktu satu hari untuk beristirahat dan melakukan recovery pada 16 Agustus sebelum menjalankan tugas utama pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2026.

Menurut Hasan, dari sisi kemampuan fisik, kedisiplinan, kekompakan maupun keterampilan baris-berbaris, sejauh ini belum ditemukan kendala yang mengkhawatirkan.

Hal itu tidak terlepas dari proses seleksi yang memilih siswa-siswi dengan kemampuan fisik dan kedisiplinan yang baik.

Selain itu, sebagian calon Paskibraka juga telah memiliki pengalaman melalui kegiatan ekstrakurikuler Paskibra di sekolah, sebagian lainnya mendapatkan pembinaan secara mandiri dari para purna Paskibra di daerah masing-masing maupun melalui pelatihan yang diberikan Satgas Waspada Nasional (Wantas).

“Kendalanya belum ada yang terlalu dikhawatirkan sampai saat ini. Semuanya masih berjalan lancar, karena memang kita sudah menyaring yang fisiknya bagus dan kemudian disiplinnya tinggi, sehingga tidak terlalu sulit untuk menyesuaikan,” jelasnya.

Meski secara umum berjalan lancar, Hasan mengakui terdapat tantangan dalam pelaksanaan pembinaan Paskibraka tahun ini, terutama terkait keterbatasan waktu akibat efisiensi anggaran.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya masa pelatihan dapat berlangsung hingga sekitar tiga minggu, tahun ini waktu TC harus dipangkas menjadi kurang lebih dua minggu.

“Kendalanya adalah waktu yang terbatas akibat efisiensi dana. Kita harus memangkas waktunya. Biasanya kita mengadakan pelatihan sampai tiga minggu, kali ini hanya sekitar dua minggu,” ungkap Hasan.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, Kesbangpol bersama tim pelatih memilih meningkatkan intensitas latihan dan menambah waktu latihan agar seluruh materi yang diperlukan tetap dapat diberikan kepada para calon Paskibraka.

Menjelang pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Hasan menyatakan optimistis seluruh anggota Paskibraka Kabupaten Nunukan mampu menjalankan tugas pengibaran maupun penurunan Bendera Merah Putih dengan baik.

Keyakinan itu didasarkan pada proses pembinaan yang terus dilakukan, mulai dari kedisiplinan, kekompakan hingga kemampuan baris-berbaris.

Terlebih, para anggota Paskibraka merupakan siswa-siswi terbaik yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Nunukan.

“Saya optimistis mereka bisa melaksanakan tugas itu. Kita sudah melatih mereka kedisiplinan, kekompakan, baris-berbaris dan kita mengambil dari siswa-siswi terbaik yang ada di Kabupaten Nunukan,” kata Hasan.

Namun, bagi Kesbangpol, keberhasilan Paskibraka tidak semata-mata diukur dari lancarnya pengibaran Sang Merah Putih pada 17 Agustus.

Lebih dari itu, proses pembinaan Paskibraka diharapkan menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, kedisiplinan, tanggung jawab dan kecintaan terhadap Pancasila kepada generasi muda.

Hasan berharap para anggota Paskibraka yang berasal dari seluruh kecamatan di Kabupaten Nunukan nantinya tidak berhenti pada status sebagai petugas upacara.

Setelah menyelesaikan tugasnya, mereka diharapkan mampu menjadi teladan sekaligus duta kebangsaan di tengah masyarakat.

“Tentu kita berharap pasukan pengibar bendera pusaka ini yang merupakan siswa-siswi terbaik yang berasal dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Nunukan bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Tapi targetnya bukan cuma mengibarkan bendera pada bulan Agustus,” tuturnya.

“Yang lebih utama adalah menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada mereka. Setelah keluar sebagai Paskib, mereka akan menjadi duta-duta kebangsaan atau Duta Pancasila di tengah-tengah masyarakat,” sambung Hasan. (**)

Share :

Berita Terkait

Populer Post

Recent Post

Scroll to Top