NUNUKAN, MP – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Nunukan melalui Bidang Peternakan menerima laporan warga terkait dugaan kasus miasis (screw worm) pada seekor kambing di Jalan Bharatu M. Aldy, Kelurahan Nunukan Selatan, Senin (20/7/2026).
Miasis atau yang dikenal sebagai penyakit belatungan merupakan infestasi larva lalat yang hidup dan berkembang di jaringan tubuh hewan maupun manusia. Kasus tersebut dialami kambing milik Selo Sunyoto.
Selo Sunyoto mengatakan dirinya terkejut melihat kondisi ekor kambing peliharaannya yang putus dan membusuk. Ia kemudian segera menghubungi petugas Puskeswan Nunukan Selatan untuk mendapatkan penanganan.
“Saya kaget melihat ekor kambing saya putus dan membusuk. Setelah itu saya langsung menghubungi Bapak Muh. Amin Rahman agar kambing saya segera mendapat pengobatan,” ujar Selo.
Dokter Hewan DKPP Kabupaten Nunukan, drh. Rendy Tri Dharmawan L., mengatakan tim Bidang Peternakan langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan dari warga untuk melakukan pemeriksaan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kondisi tersebut diduga dipicu oleh sisa cairan pascapersalinan yang masih menempel pada bagian ekor kambing dan tidak dibersihkan. Kondisi itu menarik lalat untuk bertelur sehingga telur berkembang menjadi larva yang kemudian memakan jaringan ekor hingga menyebabkan kerusakan serius.
“Setelah menerima laporan, kami langsung melakukan pemeriksaan di lapangan. Dugaan sementara, terdapat sisa cairan pascapersalinan pada bagian ekor yang tidak dibersihkan sehingga menarik lalat untuk bertelur. Larva yang menetas kemudian memakan jaringan ekor hingga menyebabkan ekor putus,” jelas Rendy.
Menurutnya, tim medis segera melakukan penanganan dengan membersihkan luka dari larva dan jaringan yang telah rusak. Selanjutnya dilakukan perawatan luka terbuka serta pemberian obat-obatan berupa antibiotik, analgesik, dan larvasida guna mencegah infeksi lanjutan serta mempercepat proses penyembuhan.
Rendy juga mengimbau masyarakat, khususnya para peternak, agar selalu menjaga kebersihan hewan ternak, kandang, dan peralatan peternakan. Kebersihan yang terjaga menjadi langkah penting untuk mencegah munculnya penyakit akibat infestasi lalat maupun gangguan kesehatan lainnya.
“Menjaga kebersihan hewan, kandang, dan lingkungan sekitar merupakan upaya pencegahan yang paling efektif untuk mengurangi risiko terjadinya miasis maupun penyakit lainnya pada ternak,” pungkasnya.(**)





