IESPA Kukar Perkuat Ekosistem Esports untuk Dongkrak Ekonomi Kreatif Daerah

TENGGARONG – Indonesia Esports Association (IESPA) Kutai Kartanegara terus mendorong lahirnya ekosistem esports yang sehat, kompetitif, sekaligus mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan Ketua IESPA Kutai Kartanegara, Candra Oktavianto, pada Kamis 11 Juni 2026 di Tenggarong.

Upaya tersebut diwujudkan melalui berbagai program pembinaan, penyelenggaraan turnamen, hingga penguatan kolaborasi antar pelaku industri kreatif yang terus berlangsung hingga 2026 di Kutai Kartanegara.

Ketua IESPA Kutai Kartanegara Candra Oktavianto menuturkan bahwa perkembangan esports saat ini telah melampaui fungsi hiburan semata. Menurutnya, esports telah berkembang menjadi sektor yang memiliki potensi besar dalam mencetak prestasi sekaligus membuka peluang di bidang ekonomi kreatif dan digital.

Karena itu, IESPA Kukar terus berupaya menghadirkan ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat serta meningkatkan kapasitas mereka melalui pembinaan yang berkelanjutan.

Ia mengatakan, komitmen tersebut sejalan dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara yang selama beberapa tahun terakhir secara konsisten menghadirkan berbagai kompetisi esports berskala besar. Salah satunya melalui penyelenggaraan Esports Piala Merah Putih Bupati Cup yang rutin digelar sejak 2022 dan menjadi salah satu turnamen terbesar di Kutai Kartanegara maupun Kalimantan Timur. Ajang tersebut tidak hanya menjadi sarana kompetisi, tetapi juga wadah pencarian dan pembinaan atlet-atlet muda potensial dari berbagai daerah.

“IESPA bukan hanya hadir sebagai wadah pembinaan dan pengembangan esports. Kami ingin memastikan bahwa para pemain, komunitas, dan pelaku esports di Kutai Kartanegara memiliki ruang untuk berkembang melalui kompetisi yang sehat dan program pembinaan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, masih banyak masyarakat yang menganggap peran IESPA hanya sebatas membina atlet dan menyelenggarakan turnamen. Padahal, organisasi tersebut juga berfungsi sebagai rumah bersama bagi komunitas esports, penyelenggara kompetisi, pengembang gim, tim esports, konten kreator, hingga pelaku industri kreatif digital lainnya. Dalam praktiknya, IESPA turut menjadi penghubung antara komunitas dengan pemerintah sekaligus mendorong tumbuhnya ekosistem esports yang lebih luas dan berkelanjutan.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa IESPA bukan hanya bicara soal atlet dan kompetisi. Esports hari ini sudah menjadi sebuah ekosistem besar yang melibatkan komunitas, event organizer, konten kreator, caster, pelaku UMKM, industri kreatif, hingga sektor pariwisata dan ekonomi digital. Karena itu, tugas IESPA adalah memastikan seluruh ekosistem tersebut dapat tumbuh bersama dan memberikan manfaat bagi daerah,” jelasnya.

Menurutnya, setiap penyelenggaraan turnamen esports di Kutai Kartanegara tidak hanya berorientasi pada pertandingan semata. Di balik kompetisi tersebut terdapat ruang kolaborasi yang membuka peluang bagi berbagai sektor untuk berkembang, mulai dari komunitas kreatif, pelaku usaha mikro, hingga generasi muda yang ingin meniti karier di bidang digital.

“Ketika kami menggelar Piala Merah Putih Bupati Cup maupun saat ini mempersiapkan Kapolres Kukar Cup Esports Road to Kapolri Cup 2026, yang kami bangun bukan hanya kompetisinya. Kami juga membangun ruang kolaborasi bagi komunitas, membuka peluang ekonomi kreatif, menciptakan hiburan positif bagi masyarakat, sekaligus menyiapkan talenta-talenta digital masa depan Kutai Kartanegara,” tambahnya.

Ke depan, IESPA Kukar menargetkan esports menjadi salah satu instrumen pembangunan sumber daya manusia dan penguatan ekonomi kreatif daerah. Melalui pembinaan yang terarah dan dukungan berbagai pihak, esports diharapkan mampu melahirkan atlet berprestasi sekaligus membuka peluang usaha, lapangan kerja, serta inovasi digital yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kutai Kartanegara.

Share :

Berita Terkait

Populer Post

Recent Post

Scroll to Top