TANJUNG SELOR, mandaupost.com – Persoalan aktivitas Galian C menjadi salah satu isu krusial yang mencuat dalam diskusi peringatan May Day 2026 di Kalimantan Utara. Kondisi ini dinilai berdampak langsung terhadap penghidupan para pekerja.
Ketua Partai Buruh Kabupaten Bulungan, Datu Buyung Perkasa, mengungkapkan, aktivitas Galian C yang terhenti selama sekitar 15 hari telah membuat banyak pekerja kehilangan penghasilan.
“Sudah 15 hari mereka belum menghasilkan apa-apa. Kasihan anak istri mereka,” ujarnya.
Ia menilai, kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut kebutuhan dasar para pekerja dan keluarganya.
Menurutnya, diperlukan kebijakan yang memberikan ruang bagi pekerja untuk tetap beraktivitas, sembari proses administrasi dan perizinan diselesaikan oleh pihak terkait.
“Kami memohon kepada aparat agar tidak menutup mata, sehingga mereka tetap bisa bekerja sambil pengurusan berjalan,” tegas Buyung.
Ia juga mengingatkan bahwa pengetatan tanpa solusi berpotensi menimbulkan persoalan sosial baru di tengah masyarakat.
“Saya khawatir kalau ini terus dikekang, justru akan menimbulkan masalah baru,” katanya.
Lebih lanjut, pihaknya mendorong pemerintah provinsi bersama instansi terkait untuk segera mempercepat penyelesaian persoalan ini agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Persoalan Galian C ini menjadi catatan penting dalam peringatan May Day tahun ini, menunjukkan bahwa isu ketenagakerjaan di daerah tidak hanya berkaitan dengan industri besar, tetapi juga sektor informal yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat.(cda)





