JAKARTA, MP – Kontingen Indonesia semakin dekat dengan target medali di Asian Para Games 2026. Hingga Rabu (21/10/2026), Merah Putih telah mengoleksi empat medali emas, empat perak, dan 17 perunggu. Peluang menambah medali emas masih terbuka hari ini.
Atlet-atlet Indonesia tampil impresif pada hari kedua perebutan medali. Cabang olahraga para atletik menyumbangkan medali emas melalui I Kadek Dwi Purwana Yasa pada nomor lempar cakram klasifikasi F57.
Kadek sekaligus memecahkan rekor dunia dengan lemparan sejauh 49,75 meter. Catatan tersebut melampaui rekor sebelumnya yang juga ia buat sendiri di Meksiko pada 22 Juli 2026, dengan selisih 1,07 meter.
Emas lainnya datang dari cabang para renang. Maulana Rifky Yavianda, atlet asal Kabupaten Magetan, memecahkan rekor Asia pada nomor gaya punggung 100 meter klasifikasi S12 dengan catatan waktu 1 menit 3,07 detik.
Sementara itu, Muhammad Fadli Imammuddin meraih emas dari nomor individual pursuit (IP) 4.000 meter klasifikasi C4. Fadli juga memecahkan rekor Asian Para Games setelah menyentuh garis finis dengan waktu 4 menit 50,169 detik. Ia unggul 1,863 detik dari rekor sebelumnya yang dipegang Wang Xian dari China.
Selain tiga medali emas dari Kadek, Rifky, dan Fadli, Indonesia juga menambah tiga medali perak melalui cabang para atletik. Medali tersebut diraih Muhammad Ridho Alfares Putra, Marcelino Michael, dan Lia Priyanti.
Tambahan sembilan medali perunggu membuat Indonesia memenuhi target 17 perunggu yang telah ditetapkan sejak awal keberangkatan. Medali tersebut berasal dari para atletik melalui Alfin Nomleni, Helin Wardina, dan Nanda Mei Sholihah.
Tiga perunggu lainnya disumbangkan atlet para tenis meja, yakni Hamida, Komet Akbar, dan Barce Layaba. Sementara itu, cabang para angkat berat menyumbang dua perunggu melalui Margono dan Shebrioni. Satu perunggu lainnya diraih atlet para judo, Fajar Pambudi.
Indonesia Masih Memburu Tambahan Emas
Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Reda Manthovani, menyebut tambahan 14 medali tersebut sebagai capaian luar biasa. Ia juga memuji mentalitas para atlet saat menghadapi persaingan ketat dengan wakil negara lain.
“Jadi, kalau kita flashback tentang target kita, target dari tim Indonesia, yaitu tujuh medali emas, delapan medali perak, 17 medali perunggu. Untuk yang perunggu malam ini juga tercapai 17 medali perunggu. Nah, kita tinggal mendapatkan tiga medali emas dan empat medali perak lagi untuk mencapai target,” kata Reda dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/10/2026).
Indonesia masih berpeluang menambah medali emas dari sejumlah nomor yang memasuki tahap final. Peluang tersebut terbuka melalui cabang para renang, para atletik, para balap sepeda, para panahan, para bulu tangkis, hingga boccia.
Reda pun meminta dukungan masyarakat Indonesia agar para atlet dapat mencapai target yang telah ditetapkan, bahkan melampauinya.
“Mohon doanya restunya aja dari para warga bangsa Indonesia, baik yang ada di di Jepang ini maupun yang ada di Tanah Air, untuk selalu mendoakan, memberikan restu agar selain target yang ditentukan tercapai, dapat melebihi dari targetnya,” tutur Reda.
Di tengah persaingan klasemen medali yang semakin ketat, Reda mengingatkan para atlet untuk mempersiapkan diri secara maksimal, terutama mereka yang akan menjalani pertandingan final.
“Walaupun di atas kertas, misalnya, kita diandalkan, mendapat ranking yang bagus berdasarkan pra-kualifikasi, tetapi seperti yang selalu saya bilang, bahwa juara tidak ditentukan dari catatan, ya kan? Juara ditentukan di medan pertandingan,” katanya.
“Oleh karena itu, kesiapan atlet harus diutamakan, jangan grogi, tetap fokus pada pertandingan, bahwa kita akan memberikan yang terbaik untuk bangsa Indonesia,” pesan Reda.
(mcy/krs)





