NUNUKAN, MP – Sebanyak 1.287 peserta memeriahkan pelaksanaan Iraw Tidung Borneo Bersatu ke-IV Tahun 2026 yang resmi dibuka Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, S.E., di Baloi (Rumah Adat Suku Tidung), Jalan Aji Muda, Desa Binusan, Kecamatan Nunukan, Jumat (9/10/2026).
Mengusung tema “Pecah Dalam Satu Tujuan Yang Sama”, kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai 9 hingga 12 Oktober 2026, menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi masyarakat Tidung, melestarikan adat dan budaya, serta memperkuat persaudaraan masyarakat serumpun di kawasan perbatasan.
Berdasarkan data panitia, peserta terdiri atas 1.048 orang dari komunitas Tidung se-Kalimantan Utara dan 239 orang dari Sabah, Malaysia.
Sementara itu, kontingen dari Sarawak, Brunei Darussalam, dan Filipina dijadwalkan hadir menyusul sesuai kesiapan masing-masing.
Pembukaan kegiatan dihadiri Wakil Bupati Nunukan Hermanus, S.Sos., Wakil Bupati Malinau Zakaria, anggota DPRD Kabupaten Nunukan Adama, Wakapolres Nunukan AKP Ibrahen Eka Berlin, S.H., serta sejumlah tokoh adat dan perwakilan komunitas Tidung dari Kalimantan Utara dan Sabah.
Dalam sambutannya, Bupati Nunukan Irwan Sabri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menegaskan, Iraw tidak sekadar menjadi ajang berkumpul, tetapi juga ruang untuk mempererat hubungan kekeluargaan dan mengenalkan kembali nilai-nilai budaya kepada generasi penerus.
“Iraw bukan sekadar acara adat atau kegiatan berkumpul bersama. Iraw merupakan ruang untuk mempererat tali silaturahmi, mengenalkan kembali nilai-nilai budaya, sekaligus mengingatkan kita semua tentang siapa diri kita dan dari mana kita berasal,” ujarnya, Jumat (9/10/2026).
Menurutnya, perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi menjadi tantangan sekaligus peluang bagi masyarakat untuk menjaga identitas budaya.
Karena itu, kemajuan zaman perlu diimbangi dengan kesadaran untuk mempertahankan adat istiadat, bahasa, tradisi, serta nilai-nilai luhur warisan leluhur.
“Kita harus bangga menjadi bagian dari masyarakat Tidung. Bangga terhadap adat istiadat, bahasa, tradisi, serta nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh orang tua dan para leluhur kita,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlangsungan budaya Tidung.
Menurutnya, pelestarian adat dan tradisi harus melibatkan anak-anak muda agar warisan budaya tidak hanya dikenal oleh generasi terdahulu, tetapi tetap hidup dan berkembang mengikuti perubahan zaman.
Bupati berharap Iraw Tidung Borneo Bersatu dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat persatuan, membangun kebersamaan, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas budaya daerah.
“Tidung Borneo Bersatu bukan sekadar nama, melainkan semangat yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Bersatu dalam menjaga adat, bersatu dalam membangun daerah, dan bersatu dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, budaya Tidung tumbuh berdampingan dengan beragam budaya masyarakat lainnya. Oleh sebab itu, semangat persaudaraan harus terus dijaga melalui sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan.
“Jangan malu terhadap adat dan budaya sendiri. Sebaliknya, kita harus bangga, menjaga kelestariannya, dan mampu memperkenalkannya kepada masyarakat luas, bahkan hingga ke tingkat dunia,” tambahnya.
Selama empat hari pelaksanaan, Iraw Tidung Borneo Bersatu ke-IV diisi dengan berbagai perlombaan dan pertunjukan seni budaya, meliputi seni tari, seni bela diri, olahraga tradisional, serta cabang seni budaya lainnya.
Pada rangkaian pembukaan, para peserta dan tamu undangan disuguhkan beragam pertunjukan tradisional, di antaranya Rudot, tarian kolosal Pagun Binusan, musik tradisional, Tari Busak Malay, Japin bersama, serta penampilan dari kelompok seni masyarakat setempat.
Berbagai pertunjukan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan seni dan tradisi masyarakat Tidung sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk terlibat aktif dalam pelestarian budaya.
Melalui penyelenggaraan Iraw Tidung Borneo Bersatu ke-IV, Pemerintah Kabupaten Nunukan berharap kebersamaan masyarakat semakin kuat, hubungan antarkomunitas Tidung lintas wilayah semakin erat, serta potensi budaya daerah dapat terus dikembangkan sebagai daya tarik pariwisata Kabupaten Nunukan.
Bupati Nunukan secara resmi membuka kegiatan tersebut dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim dan ditandai dengan pemukulan gong. (**)





