Baru Pertama di Tarakan, 100 Calon Ibu Diperiksa Dokter Obgyn di Expo Ibu Hamil

TARAKAN, MP – Sebanyak 100 ibu hamil atau calon Ibu menjadi target pemeriksaan dalam Expo Ibu Hamil yang digelar Puskesmas Gunung Lingkas bekerja sama dengan Pertamina Patra Niaga dan Tim Inovasi Gunung Limgkas Anti Stunting (Gunting) Minggu (27/9/2026).

Kegiatan yang dibuka langsung Wali Kota Tarakan dr. H. Khairul, M.Kes ini diklaim menjadi yang pertama kali dilaksanakan di Bumi Paguntaka.

Kepala Puskesmas Gunung Lingkas, dr. Anis Priliatna, mengatakan expo ini bertujuan mendekatkan layanan kesehatan kepada ibu hamil yang selama ini belum terjangkau fasilitas pelayanan kesehatan.

“Ini kegiatan expo ibu hamil, dimana kita memeriksa 100 ibu hamil yang tujuan sebenarnya mendekatkan layanan masyarakat, terutama ibu hamil yang belum terjangkau fasilitas pelayanan kesehatan,” ujar Anis.

Anis menjelaskan, pemeriksaan ibu hamil merupakan salah satu indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan, mulai dari K1 (kandungan minggu pertama).

Dalam expo tersebut, ibu hamil mendapatkan layanan Antenatal Care (ANC), pemeriksaan USG, penyuluhan tanda bahaya kehamilan, persiapan persalinan aman, hingga edukasi imunisasi bayi.

Yang paling spesial, pemeriksaan dilakukan langsung oleh dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn).

“Yang paling spesial hari ini diperiksa oleh dokter spesialis Obgyn. Ini baru pertama kali di Tarakan,” ungkap Anis.

Dari target 100 peserta, sebanyak 80 ibu hamil telah hadir di lokasi yang berasal dari 4 kelurahan di wilayah kerja Puskesmas Gunung Lingkas, yakni Kelurahan Pamusian, Kampung Satu Skip, Gunung Lingkas, dan Lingkas Ujung.

Anis mengungkapkan, kegiatan ini tercetus saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kelurahan Gunung Lingkas pada Januari lalu. Saat bertemu dengan Pertamina Patra Niaga yang memiliki program Gunung Lingkas Anti Stunting (Gunting), tercetus ide kolaborasi untuk menarik minat ibu hamil datang ke Puskesmas.

Hal ini didasari data capaian pemeriksaan ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Gunung Lingkas yang baru mencapai 52 persen pada Juli 2026, dari target SPM 100 persen.

“Ada banyak faktor. Ada yang tidak terbuka atas kehamilannya, jadi tidak memberitahukan kepada kader maupun RT. Ada yang merasa akses Puskesmas sulit, ada yang ikut suami ke tambak, dan ada yang sudah periksa ke dokter spesialis saja,” jelas Anis.

Padahal, kata Anis, layanan di Puskesmas tidak kalah lengkap dengan klinik swasta, termasuk layanan USG.

“Kita juga ada USG yang dilakukan dokter umum yang sudah terlatih dan bersertifikat. Jadi layanan kita tidak kalah,” tegasnya.

Pihaknya berharap Maternity Expo dapat berkelanjutan karena dampaknya sangat luas, mulai dari menurunkan angka stunting, menekan angka kematian ibu dan bayi, hingga menyiapkan generasi penerus bangsa yang sehat.

Kegiatan ini juga didukung BPJS Kesehatan yang memastikan ibu hamil tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan gratis selama kepesertaan BPJS aktif, bahkan yang bukan warga wilayah kerja Puskesmas Gunung Lingkas sekalipun. (Rajab)

Share :

Berita Terkait

Populer Post

Recent Post

Scroll to Top