Ibu Kota Negara Nusantara Dorong Akselerasi Ekonomi Hijau di Kalimantan Timur

Penajam Paser Utara, 2 Mei 2025 – Proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur terus menunjukkan progres signifikan, dengan fokus pada konsep kota hijau, berkelanjutan, dan berbasis digital. Pemerintah menargetkan tahap pertama pembangunan infrastruktur dasar, istana negara, dan perumahan ASN rampung pada Agustus 2025.

Kepala Otorita IKN, Bambang Susantono, menyatakan bahwa kawasan inti pemerintahan (KIPP) seluas 6.671 hektare telah menyelesaikan lebih dari 75% konstruksi infrastruktur dasar, termasuk jaringan air, listrik, jalan, dan smart city command center.

“IKN bukan hanya pemindahan fisik ibu kota, tapi perwujudan kota masa depan Indonesia, yang bersih, hijau, dan efisien secara energi,” ujar Bambang dalam konferensi pers, Jumat (2/5).


Pembangunan Berbasis Ekonomi Hijau

Konsep “Forest City” menjadi dasar desain IKN, dengan target 65% wilayah tetap berupa ruang hijau dan hutan. Otorita IKN telah menanam lebih dari 1 juta pohon endemik sejak 2022, dan menggandeng mitra dari Korea Selatan, Jerman, dan Singapura dalam pengembangan kota pintar beremisi rendah.

Sejumlah investor energi terbarukan telah menanamkan modal di sektor pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), biomassa, dan sistem pendingin distrik hemat energi.


Dampak Ekonomi ke Kalimantan Timur

Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, mengungkapkan bahwa proyek IKN telah mendorong pertumbuhan ekonomi provinsi mencapai 7,2% pada kuartal I 2025, tertinggi di Kalimantan. Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara menjadi pusat pertumbuhan baru.

“IKN memberi efek ganda ke sektor konstruksi, logistik, properti, UMKM, hingga pendidikan vokasi,” katanya.

Pemerintah juga mengalokasikan anggaran Rp1,2 triliun untuk peningkatan infrastruktur pendukung, seperti Pelabuhan Kariangau dan Bandara APT Pranoto Samarinda, guna mengakomodasi peningkatan aktivitas logistik dan mobilitas pekerja.


Transformasi Pendidikan dan Tenaga Kerja

IKN turut mendorong pembangunan politeknik teknologi hijau dan pusat pelatihan kerja (BLK) digital untuk menyiapkan SDM lokal yang kompeten. Hingga April 2025, lebih dari 12.000 tenaga kerja lokal telah terserap dalam proyek IKN, dengan prioritas warga Kaltim.


Tantangan dan Solusi

Meski pembangunan berlangsung cepat, tantangan seperti keterbatasan air baku, akses transportasi, dan pemukiman penduduk masih jadi perhatian. Pemerintah tengah menyelesaikan pembangunan Bendungan Sepaku Semoi dan Tol IKN-Balikpapan sepanjang 47 km yang akan selesai pertengahan 2025.


Rencana Masa Depan:

  • Pindahnya Presiden dan ASN tahap pertama: Agustus 2025

  • Pusat Ekonomi Digital Nusantara: 2026

  • Kawasan Inovasi & Startup Teknologi: 2027

  • Target 100% energi terbarukan di KIPP: 2030

Share :

Berita Terkait

Populer Post

Recent Post

Scroll to Top